Suara.com - Profesi Shandy PRD sebagai seorang DJ harus terhenti gara-gara pandemi. Namun begitu, hal tersebut tak lantas membuat Shandy menyerah dengan keadaan.
Musik EDM tidak sekadar hobi bagi Shandy PRD. Lebih dari itu, EDM telah memacu semangatnya untuk pantang menyerah dan kerap melahirkan ide-ide kreatif.
Dari situ pula, Shandy PRD yang harus menggantungkan hobi dan profesinya sebagai DJ untuk sementara, kemudian melahirkan ide yang berani dengan membangun bisnis Iconic Entertainment.
Iconic Enterainment adalah sebuah produsen konten kreatif dan telah memiliki channel YouTube sendiri. Shanyd berharap dengan Icon Enertainment, karya-karnya bisa dikenal masyarakat luas.
Bisnis ini dibangun Shandy PRD dengan pengusaha bernama Budiyanto, yang merupakan pendiri JVS Group. Shandy dan Budi sudah saling mengenal sejak 2015.
"Orangtua saya dari dulu mengajarkan, bahwa jika sudah punya cinta di suatu bidang, buktikanlah dengan sikap gigih dan terus konsisten. Buktikan, bahwa itu memang sebuah cinta, bukan hanya perasaan sesaat," kata Shandy dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Sebelum menjadi DJ, Shandy PRD mengawali kariernya sebagai influencer di dunia Vapor (rokok elektrik). Ia berhasil menoreh beberapa prestasi dengan menjuarai kompetisi-kompetisi cloud chashing. Hal itu buat dirinya mendapat julukan Shandy Paus.
Iconic Entertainment telah memberikan semangat serta kebanggaan tersendiri buat Shandy PRD. Lahirnya bisnis membuat Shandy tak mudah menyerah serta ia juga percaya bahwa Jakarta yang dikenal padat masih memberikan ruang yang amat luas bagi orang-orang kreatif.
"Namanya bisnis, pasti ada fase naik-turunnya. Kondisi itu pasti berat, bahkan menakutkan. Namun saya pribadi menghadapi itu semua dengan happy. Kita harus berusaha bahagia. Malah terkadang, berusaha untuk bahagia bisa jadi harus diperjuangkan lebih awal, sebelum berusaha dalam bisnis dan pekerjaan," ujar Shandy.
Baca Juga: Intip Perjalanan Produk Tembakau Alternatif yang Disebut Lebih Rendah Risiko dari Rokok
Berita Terkait
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Berantas Produk Ilegal, Industri Vape Ekspansi Distribusi ke Ritel
-
Tak Semua Rokok Elektrik, Ini Jenis Vape yang Pemerintah Larang
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara
-
Permintaan Produk Tembakau Alternatif Naik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga