Suara.com - Grup Warkopi memutuskan menghapus empat video sketsa di kanal YouTube Patria
TV. Ini menjadi buntut setelah grup yang mirip Warkop DKI itu ditegur Indro
Warkop.
Teguran itu karena Indro maupun keluarga besar Warkop DKI merasa pihak Warkopi
tidak memiliki etika. Menggunakan nama besar grup lawak itu tanpa mendapatkan
izin pihaknya.
"Sketsa Warkopi sudah kami take down," kata Humas Patria TV, Aly Julys saat
menggelar konferensi pers di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (24/9/2021).
Bukan hanya menghapus sketsa, tetapi juga menangguhkan segala proyek Warkopi.
Personelnya pun kini diistirahatkan dari berbagai aktivitas.
"Atas iktikad baik kami, kami sudah menunda kegiatan Warkopi yang berhubungan
dengan televisi nasional ataupun media sosial," ujar Aly Julys.
Menengok ke kanal YouTube Patria TV, isi dari konten Warkopi bukan hanya
sketsa. Melainkan beberapa aktivitas lain yang melibatkan Alfin (mirip Indro),
Sepriadi (Dono) dan Alfred (Kasino).
Memang sketsa Warkopi sudah tidak ada di kanal YouTube tersebut. Hanya saja,
masih ada konten soal aktivitas Warkopi seperti olahraga golf, makan hingga
bincang-bincang masih bisa dinikmati di channel YouTube Patria TV.
Saat hal ini coba dikonfirmasi, manajer Warkopi mengatakan untuk video yang
diturunkan memang hanya sketsa. Tidak terkait dengan video lainnya.
"Setahu kami, untuk yang di-take down, sehubungan dengan sketsa kita saja,"
ujar Kums, manajer Warkopi.
Baca Juga: Belum Dapat Izin Warkop DKI, Warkopi Nekat Bikin Konten YouTube
"Kalau harus take down di luar sketsa, sulit juga kan. Karena banyak di lain channel yang sudah naik juga," imbuhnya.
Sebelumnya, Patria TV bersama Warkopi meminta maaf kepada keluarga besar
Warkop DKI. Karena dengan kemunculan mereka yang dianggap tanpa izin, hal itu
melukai hati keluarga pelawak legendaris.
"Kami minta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Meminta maaf yang sebesar-
besarnya apabila dianggap melukai, mencederai atapun menyinggung," kata Aly
Julys.
Berita Terkait
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
Obsesi Viral: Bagaimana Film Baru Warkop DKI Menyentil Fenomena 'Haus Validasi' di Medsos?
-
Review Film Warkop DKI: Viralin DooOong, Penampilan Memuaskan Desta hingga Kejutan Asri Welas Cs
-
Film Warkop DKI Terbaru Hadirkan Sisi Tak Terduga Marsha Timothy, Asri Welas hingga Indy Barends
-
Gokil! Sutradara Pee Mak dan Aktor Ter Chantavit Ikut Garap Film Warkop DKI Viralin DOoOong
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Summer Style ala Asa BABYMONSTER yang Playful Abis!
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Tradisi Teknologi Selama 40.000 Tahun di Sulawesi Selatan Terungkap
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Mitos Anggaran Pendidikan Kecil ala Singapura dan Jepang: Kenapa Indonesia Tidak Bisa Meniru?
-
5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
-
Argentina di Ambang Sejarah, Mampukah Albiceleste Wujudkan Back-to-Back?
-
Investor Asing Borong Saham Rp1 Triliun di Sesi I, PADI hingga BMRI Jadi Incaram