- Polda Sumatera Barat mendalami motif perundungan sebagai pemicu RGJ merakit serta meledakkan bom di MAN 3 Padang.
- Penyidik telah memeriksa 12 saksi.
- Densus 88 menyita barang bukti perakitan bom yang dipelajari RGJ secara mandiri melalui internet dan grup daring.
Suara.com - Polisi mulai mendalami dugaan perundungan atau bullying yang dialami pelajar berinisial RGJ (17), terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Pendalaman dilakukan setelah muncul pengakuan awal RGJ yang menyebut perundungan sebagai pemicu dirinya nekat meledakan bom di sekolah.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Susmelawati Rosya memastikan selain mengusut penyebab ledakan, penyidik kini menelusuri kemungkinan adanya faktor perundungan yang menjadi latar belakang kasus tersebut.
Dari pemeriksaan awal, RGJ mengaku menjadi korban bullying sejak duduk di kelas II. Ia bahkan menyebut ada seorang teman yang diduga menjadi pelaku perundungan.
"Bentuk perundungannya masih kami dalami," kata Susmelawati kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, penyidik masih mendalami bentuk perundungan yang dimaksud, apakah berupa ejekan, kekerasan fisik, atau bentuk intimidasi lainnya. Seluruh pengakuan tersebut masih diverifikasi melalui pemeriksaan para saksi.
Hingga kini, penyelidikan terkait dugaan bullying berjalan bersamaan dengan pengusutan kasus ledakan. Jumlah saksi yang telah dimintai keterangan pun terus bertambah.
Pada hari pertama penyelidikan, polisi memeriksa tujuh orang yang terdiri atas guru, petugas keamanan sekolah, dan RGJ. Hingga Kamis, total saksi yang telah diperiksa meningkat menjadi 12 orang.
Meski proses penyidikan masih berlangsung, polisi memastikan aktivitas belajar mengajar di MAN 3 Padang telah kembali normal.
Ia menambahkan, fokus utama saat ini bukan hanya mengungkap rangkaian peristiwa, tetapi juga memastikan pemulihan kondisi psikologis pelajar yang bersangkutan.
Baca Juga: Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
"Yang paling terpenting itu masalah rehabilitasi pelaku," katanya.
Barang Berbahaya Disita, Motif Masih Didalami
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perakitan bom rakitan milik RGJ.
Dari penggeledahan, petugas menyita kotak hitam, tas, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lain yang diduga digunakan untuk merakit bahan peledak.
Penyelidikan sementara menunjukkan RGJ diduga merakit bom secara mandiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang dibeli melalui internet tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Ia juga mengaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara daring dan terinspirasi dari kasus bom di sebuah SMA di Jakarta pada 2025.
Meski demikian, Densus 88 menegaskan motif pasti, target yang diduga menjadi sasaran, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain masih terus didalami.
Penyidik juga sedang memverifikasi pengakuan RGJ yang mengaku mengikuti sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.
Dalam insiden tersebut, bom rakitan sempat meledak satu kali di area samping ruang kelas. Ledakan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, namun menjadi perhatian serius aparat karena melibatkan seorang pelajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kejagung: Status Tersangka Febrie Adriansyah Tetap Berlaku Meski Penyidikan Diambil Alih
-
Hino Perkuat Jaringan Logistik Jawa Timur dengan Dealer Baru di Banyuwangi
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Summer Style ala Asa BABYMONSTER yang Playful Abis!
-
Shin Tae-yong Mulai Revolusi di Persija, Pemain Macan Kemayoran Wajib Tunduk pada Aturan Disiplin
-
Tradisi Teknologi Selama 40.000 Tahun di Sulawesi Selatan Terungkap
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Mitos Anggaran Pendidikan Kecil ala Singapura dan Jepang: Kenapa Indonesia Tidak Bisa Meniru?
-
5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet