"Nggak mungkin kalau kita sudah kerja keras, kerja ikhlas, Allah nggak kasih," ujar Dolly.
Setelah Sapri meninggal, artis Raffi Ahmad pernah menawarkan bantuan terkait usaha warung sotonya tersebut. Dolly pernah disuruh Raffi mencari tempat usaha yang lebih bagus semisal di rumah toko atau ruko. Nantinya, Raffi membayar sewa ruko tersebut selama setahun.
Bantuan rekan artis
Raffi Ahmad baru-baru ini memberikan bantuan untuk keluarga Sapri. Bekerja sama dengan salah satu brand, ayah satu anak itu membebaskan Sherin dari biaya sekolah hingga kelas 6 SD.
Dolly juga menyebut Ruben Onsu menjadi sosok pertama yang mengumumkan sakitnya Sapri. Daru situ, Sapri mendapat bantuan dari banyak orang.
Lainnya hadir dari Eko Patrio yang pernah berjanji akan memberikan Rp 1 juta tiap bulan usai Sapri tiada. Kekinian, Dolly tak mengetahui lagi bagaimana kelanjutannya. Dia tak enak jika bertanya pada kakak iparnya.
Bukan hanya Eko Patrio, ada sosok Nikita Mirzani yang juga pernah menyatakan akan selalu siap membantu keluarga Sapri jika dibutuhkan.
"Wah kalau itu, saya nggak tau. Saya juga sempat tanya ke istrinya tapi katanya 'belum om.' Memang sempat minta nomor WhatsApp. Apa belum kedengeran, saya belum tahu deh tuh," kata Dolly saat menyinggung bantuan Nikita Mirzani.
Meski banyak bantuan di awal, Dolly dan keluarga tak mau menjadi pengemis. Mereka berjuang untuk bertahan hidup dengan warisan usaha yang ditinggalkan almarhum.
Baca Juga: Liputan Khusus Artis: Mereka Hadapi Corona di Negeri Orang
Dolly tak menyangka, kakaknya yang ia anggap artis biasa ternyata banyak disayangi orang-orang.
"Sempat membatin bang Sapri itu artis apa sih? Yang ngomong A nggak bakal didengar, beda sama dia yang sudah terkenal. Cuma setelah beliau meninggal, dia memang artis yang luar biasa," ucap Dolly yang juga manajer Sapri.
Sapri orang baik
Sapri di mata Dolly adalah sosok yang luar biasa. Saat mulai bercerita sifat dan karakter Sapri, dia berkaca-kaca.
Dolly yang sejak awal berbincang dengan reporter Suara.com tampak tegar, akhirnya rapuh juga.
"Tanpa dia, saya juga nggak bisa seperti ini," ucap Dolly.
Dolly mengenang Sapri adalah orang yang disiplin dalam hal pekerjaan. Sebelum syuting dimulai, setidaknya satu jam sebelumnya Sapri dan Dolly sudah ada di lokasi.
Pernah suatu hari, keduanya terjebak hujan hingga mereka nyaris terlambat. Tapi tetap saja, Sapri mendatangi satu persatu orang yang berada di sana untuk meminta maaf.
Ya, Sapri memang ramah kepada siapapun. Sapri akan selalu meluangkan waktu bagi orang-
orang yang ingin berfoto dengannya.
"Bang Sapri bilang, 'membuat orang senang itu pahala'," kenang Dolly.
Selain usaha bubur dan soto, Sapri memiliki komunitas Palang Pintu. Dulu semasa hidupnya, Sapri tak pernah mau mengambil jatah honornya dari job Palang Pintu. Dia menyerahkan semuanya ke teman-teman di komunitas.
Kini, sepeninggal Sapri, komunitas Palang Pintu itu masih ada. Mereka bertahan di tengah pandemi dan tanpa kehadiran sang pentolan.
Menutup obrolan mengenai kabar keluarga sepeninggal Sapri, Dolly mengatakan ada satu hal yang ingin diwujudkan, yakni merilis buku pantun edisi kedua sang kakak.
Buku pantun itu sudah lengkap, berisi ide lelaki yang cuma lulusan SD ini. Ya, di balik tingkahnya yang ceplas ceplos, Sapri rajin menulis untuk membuat bahan pantun.
"Bang Sapri itu memang udah nggak ada, tapi karyanya nggak bisa dilupakan," kata Dolly.
Berita Terkait
-
Selain Fahmi Bo, Ini Deretan Artis yang Biaya Pengobatannya Dibantu Raffi Ahmad
-
Bikin Merinding! Elly Sugigi Unggah Foto Olga, Jupe, Sapri, dan Mpok Alpa dalam 1 Frame
-
Billy Syahputra Selalu Ikut Gotong Keranda Jenazah Sahabat, Mulai dari Mpok Alpa hingga Sapri
-
Menyalakan Mesin Kritisisme dan Skeptisisme di The Founder5
-
Natal di Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT