Suara.com - Artis senior Christine Hakim mendapat peran sebagai Mak Jerot di film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Dalam film garapan sutradara Edwin itu, Christine ditantang melakoni adegan yang cukup vulgar.
Hal itu sempat membuat Christine Hakim sendiri bertanya-tanya. Sambil berseloroh, perempuan 64 tahun ini pun mengaku baru pertama kali lakoni adegan "cium perkutut" sepanjang jejaknya bermain layar lebar.
"Saya 48 tahun di dunia film (adegan) ciuman saja enggak pernah. Dikasih lawan main seganteng apa enggak mau (adegan ciuman), ini ada 'perkutut' disuruh dicium, haha," ujar Christine Hakim ditemui Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).
Di sisi lain, tawaran ini menjadi tantangan baru untuk seorang Christine Hakim. Terlebih, lakon ini dirasa memang cocok diperankan untuk orang seusianya.
"Saya pikir kalau saya masih muda ambil tawaran ini pasti akan jadi sensasi. Tapi karena saya sudah seumur lansia jadi nggak mungkin lah ya," ujar bintang film Tjoet 'Nja Dhien ini.
Dalam film, Christine Hakim memerankan tokoh Mak Jerot. Ia beradu akting dengan aktor muda Marthino Lio (Ajo Kawir).
Diangkat dari novel penulis dengan penghargaan internasional Eka Kurniawan, film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas mendapatkan klasifikasi 17+ dari Lembaga Sensor Film. Meski begitu Palari Films menghimbau film ini ditonton oleh 18+ Khusus Dewasa.
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berkisah tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia bahwa ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung (Ladya Cheryl), Ajo babak belur hingga jungkir balik dan dia jatuh cinta. Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung dan, pada akhirnya, berdamai dengan dirinya?
Film Seperti Dendam, Harus Dibayar Tuntas mendapat hadiah utama Golden Leopard di Locarno Film Festival. Film ini akan tayang mulai 2 Desember di bioskop seluruh Indonesia.
Baca Juga: Jadi Noni Belanda, Luna Maya Curi Perhatian di Festival Film Indonesia
Berita Terkait
-
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim
-
Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai
-
Rahasia di Balik Impotensi Ajo Kawir: Mengapa Novel Eka Kurniawan Ini Begitu Kontroversial?
-
Pesona Tragis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Kisah Pilu Hayati-Zainuddin
-
Efek 'Semua Akan Baik-Baik Saja': Film Baim Wong Ini Sukses Bikin Penonton Minta Maaf ke Orangtua
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia