Suara.com - Otto Hasibuan selaku Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) membantah telah menyebut Hotman Paris melanggar kode etik advokat, karena memamerkan harta kekayaan.
Hal itu disampaikan Otto Hasiuan bersama anggota Peradi saat menggelar konferensi pers di kantornya di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Senin (18/4/2022).
"Apa yang dikatakan Hotman Paris tidak benar. Saya secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum Peradi tidak pernah menyatakan hal tersebut," kata Otta Hasibuan.
"Saya tidak pernah menyatakan bahwa advokat memamerkan itu (harta) melanggar kode etik," katanya menyambung.
Terlebih lagi ia tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah perlakuan Hotman Paris telah melanggar kode etik advokat atau tidak.
"Apakah melanggar kode etik itu kewenangan dewan kehormatan. Bukan sebagai saya ketua Peradi," katanya menjelaskan.
"Jadi tidak ada masalah harta dan uang. Uang dan harta konsekuensi logis melakukan tugasnya. Kalau advokat itu beprestasi baik akan ada penghargaan sekakin besar pada adhokat itu," imbuh advokat 62 tahun ini.
Otto Hasiuan hanya khawatir anak-anak muda yang ingin menjadi pengacara atau advokat hanya karena ingin kaya.
"Jangan sampai advokat baru jangan sampai punya keliru. Jangan sampai mau jadi advokat gara-gara mau kaya. Karena paradigma tersebut akan menghalal berbagai cara untuk mendapat uang," tutut Otto Hasibuan.
"Itu merupakan kewajiban saya harus memberikan edukasi atau calon advokat. Memberikan bekal sebagai pengacara agar masyarakat paham," ucapnya.
Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea mengutarakan kekecewaan ke Otto Hasibuan usai disindir sebagai pengacara yang doyan pamer kekayaan dalam sidang dewan kehormatan advokat Peradi.
Menurut sang pengacara nyentrik ini, apa yang Otto Hasibuan keluhkan tidak ada kaitannya dengan etika kerja dan berperilaku sebagai advokat.
Hotman Paris Hutapea juga menyayangkan kenapa Otto Hasibuan menyerangnya lewat isu doyan pamer kekayaan. Sebab, mereka sudah lama saling kenal dan mengetahui karakter masing-masing.
Ditambah lagi, Hotman Paris Hutapea juga jadi salah satu orang yang membantu Otto Hasibuan untuk naik jadi ketua Peradi. Padahal ketika itu, Hotman mengaku sudah diminta mendukung kandidat lain.
Berita Terkait
-
Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
-
Hotman Paris Kena 'Semprot' Istana dan Gerindra Usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Jampidsus
-
Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden
-
Semprot Wartawan 'Punya Otak Nggak Lo?', Hotman Paris Minta Maaf
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Mengecilkan Pori-Pori, Wajah Mulus dan Glowing
-
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?
-
Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi
-
Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z