Suara.com - Kiky Saputri membalas kritik beberapa dokter soal kontroversi diagnosa stroke telinga terhadap ibu mertuanya. Ia meminta para ahli medis membuka mata tentang banyaknya keluhan masyarakat terkait kesalahan diagnosa.
"Harusnya kalau kalian melek, banyak keluhan dari masyarakat, yuk, kita betulin keluhannya, kita perbaiki di mana letak kesalahannya," ujar Kiky Saputri di kanal YouTube pribadinya, Sabtu (11/3/2023).
Tidak seharusnya para dokter malah mencari pembenaran lewat perdebatan tentang keberadaan penyakit stroke telinga. Sejak awal, Kiky Saputri tidak pernah mempermasalahkan hal itu.
"Kalau tidak mau dianggap lebih inferior dari dokter lain, fokus cari solusinya, bukan cari pembenaran buat bikin masalah baru," tegas Kiky Saputri.
Besar harapan Kiky Saputri untuk lembaga profesi dokter seperti IDI agar bersedia melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kualitas pelayanan medis.
"Saya mewakili masyarakat Indonesia, berharap untuk hal-hal seperti itu bisa diperbaiki dan dievaluasi lagi pelayanannya, ditingkatkan lagi kapabilitasnya, kompetensinya dan SDM dokter-dokternya," ucap Kiky Saputri.
Sebagaimana diketahui, cuitan Kiky Saputri di Twitter viral usai menyinggung dugaan kesalahan diagnosa terhadap gangguan pendengaran ibu mertuanya oleh dokter Indonesia.
Oleh dokter Indonesia, ibu mertua Kiky Saputri divonis stroke telinga sampai diambil tindakan berupa penyuntikan. Namun karena kondisinya malah makin parah, ibu mertua Kiky Saputri dibawa berobat ke Singapura.
Secara mengejutkan, dokter Singapura menyebut gangguan pendengaran ibu mertua Kiky Saputri cuma bersumber dari flu. Setelah menjalani pengobatan bagi pasien flu pada umumnya, gangguan pendengaran ibu mertua Kiky Saputri hilang.
Dugaan kesalahan diagnosa lah yang sebenarnya coba Kiky Saputri ceritakan. Namun banyak dokter yang salah menangkap maksud pernyataan istri Muhammad Khairi dan membalasnya lewat kritik pedas sampai tudingan fitnah.
Berita Terkait
-
Salah Konteks, Kiky Saputri Jawab Kritik Hingga Tudingan Fitnah ke Dokter Indonesia Soal Stroke Telinga
-
Usai Kiky Saputri, Giliran Rumail Abbas Kritik Biaya Layanan Kesehatan Indonesia yang Mahal
-
Fasilitas Jorok hingga Dokter Telat, Ini Ragam Alasan Warganet Pilih Berobat ke Luar Negeri Seperti Mertua Kiky Saputri
-
Selain Kiky Saputri, Penulis Clara Ng Juga Bandingkan Dokter Indonesia dan Singapura, Ada Perbedaan Besar dalam Hal Ini
-
Tanggapi Kritik Kiky Saputri Soal Kualitas Dokter Dalam Negeri yang 'Kocak', IDI: Dokter Indonesia Lebih Baik
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura