Suara.com - Setelah dirawat hampir dua bulan di RS Mayapada Jakarta Selatan, David Ozora Latumahina akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah. Walaupun sudah melewati masa kritis, korban penganiayaan Mario Dandy itu masih harus melatih kemampuan kognitif dan motoriknya selama di rumah.
"David itu sampai hari ini belum tau kenapa dia di rumah sakit, kemudian daya ingatnya juga masih lompat-lompat, kadang saja saya dipanggil nama susternya," ujar Mellisa Anggraini selaku pengacara David Ozora dalam video wawancara yang diunggah kanal Youtube Cumicumi pada Senin (17/4/2023).
"Jadi dia tau mau pulang karena dia dari kemarin dijanjikan pulang hari ini sehingga dia juga nagih-nagih 'Hari ini pulang ya?' Tapi mengapa dia pulang, kenapa dia di rumah sakit, dia belum sampai ke tahap itu," ujarnya lagi.
David juga belum bisa mengenali ayahnya. Ia masih memanggil sang ayah, Jonathan Latumahina, dengan sebutan nama karena mengikuti orang-orang di sekitar.
"Dia panggil ayahnya 'Jo' karena semua orang panggil Jo. Kemarin kita bilang 'panggil bapak dong,' akhirnya sekarang sudah 'Bapak Jo'. Dia masih ngikut saja," ujar Mellisa.
Rumah David nantinya akan difasilitasi kunjungan dokter, diawasi tim perawat selama 24 jam, okupasi terapi, fisioterapi, terapi wicara, pemasangan monitor EKG dan oxygen concentrate, serta pemasangan bed yang sesuai standar rumah sakit.
David merupakan korban penganiayaan berat yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo. Selain Mario, polisi menetapkan dua tersangka, yakni Shane Lukas dan AG.
AG telah jalani sidang dan mendapat vonis dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia diganjar hukuman 3,5 tahun penjara.
Baca Juga: Demi Wujudkan Mimpinya, David Ozora Semangat Latihan Drum Bersama Sosok Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim