Suara.com - Ustaz Derry Sulaiman turut mengomentari isu perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett. Pendakwah yang dulunya musisi ini menyoroti tato diduga wajah Syahnaz di punggung Rendy.
Dugaan perselingkuhan Syahnaz dibongkar lewat media sosial oleh istri Rendy Kjaernett, Lady Nayoan. Menurut Lady, sang suami sampai membuat tato wajah istri Jeje Govinda tersebut di punggungnya.
Melihat ukuran tato tersebut, Ustaz Derry Sulaiman mengambil kesimpulan bahwa cinta Rendy pada Syahnaz Sadiqah begitu besar.
"Tato itu kan buatnya sakit banget. Kalau dibikin sebesar itu tatonya, berarti cintanya luar biasa itu," ujar Ustaz Derry Sulaiman, mengutip dari kanal YouTube Cumicumi, Jumat (23/6/2023).
"Orang mau nulis nama (buat tato) aja mikir-mikir takut ketahuan orang kan, takut putus juga nanti gimana. Kalau sampai melukis wajah orang berarti (luar biasa)," kata Ustaz Derry Sulaiman.
Ustaz Derry Sulaiman mengaku tidak terlalu mengikuti isu perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett. Dia hanya tahu soal tato yang membuatnya cukup kaget.
"Wih sampai dibuatkan tato, sementara dia statusnya masih suami, ada istri. Ini aib besar dan mesti cepat-cepat diklarifikasi oleh kedua belah pihak," ucap Ustaz Derry Sulaiman.
"Tapi kalau benar, dilukis wajah istri orang di punggungnya, itu sebuah kejahilan (kebodohan) yang luar biasa," imbuh sang pendakwah.
Soal hukum perselingkuhan dalam Islam, Ustaz Derry Sulaiman mengatakan bahwa Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett bisa dirajam jika terbukti main serong.
Baca Juga: Lady Nayoan Akui, Ini yang Menjadi Kekurangannya dari Syahnaz Sadiqah
"Kalau dalam hukum Islam itu harus dirajam, dikubur, kepalanya di luar, terus ditimpukin batu sampai hancur," ucap Ustaz Derry Sulaiman.
Hingga kini baik Syahnaz maupun Jeje Govinda belum angkat bicara mengenai isu perselingkuhan yang sukses bikin heboh jagat maya ini.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Lady Nayoan Akui, Ini yang Menjadi Kekurangannya dari Syahnaz Sadiqah
-
Netizen Bedakan Niat Lady Nayoan dan Inara Rusli Saat Bongkar Aib Suami: Kalau Inara Mau Selingkuhan Lakinya Dihujat
-
Sebelum Gojek, Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett Ternyata Pakai Aplikasi Ini untuk Selingkuh
-
Cerita Detik-Detik Istri Pergoki Rendy Kjaernett ke Rumah Syahnaz Sadiqah Tengah Malam, Kaget Tak Bisa Berkata-kata
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Viral Tagihan Listrik Cuma Rp15 Ribu per Bulan, Malah Bikin Ketar-ketir
-
Rekam Jejak Gus Idris Malang yang Dituding Lecehkan Talent, Terkenal Suka Bikin Konten Kontroversial
-
Penghulu KUA Viral Pakai 3 Bahasa Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Muhammad Zidni Ilmi
-
Boiyen Kecewa Suami Tak Jujur Terjerat Kasus Penggelapan, Faktor Utama Gugat Cerai
-
6 Potret Mesra Angel Karamoy dan Gusti Ega, Heboh Kabar Hadiah Helikopter
-
Sule Buka Luka Lama Gegera Teddy Pardiyana Minta Warisan: Istri Orang Diambil, Sekarang Harta
-
Helai Kenang: Saat Kerinduan pada Barli Asmara Menjelma Menjadi Karya di Garis Poetih 2026
-
Mulai Hari Ini, Tiket Film Esok Tanpa Ibu Diskon Beli 1 Gratis 1 di m.tix
-
Dituding Tak Nafkahi Anak, Ressa Rizky Ancam Kuliti Dini Kurnia, Hak Asuh Bisa Berbalik Arah
-
Viral Cerita Korban Dugaan Pelecehan Seksual Gus Idris Malang, Modus Konten Sumpah Pocong