Suara.com - Umi Pipik tetap memproses laporannya terhadap konten tak senonoh yang diunggah oleh Oklin Fia meskipun sang selebgram sudah meminta maaf di hadapan publik.
Konten tak senonoh yang dilaporkan oleh Umi Pipik memperlihatkan momen Oklin Fia menjilati es krim di dekat kemaluan pria. Itu dianggap sebagai penistaan agama karena ia melakukannya sambil memakai hijab.
Alasan Umi Pipik tetap melanjutkan laporannya karena ia merasa Oklin Fia harus benar-benar ditegur, bukan cuma dimaafkan saja.
Jika demikian, maka apa yang dilakukan oleh Oklin Fia akan dicontoh oleh orang lain.
"Kalau ujung-ujungnya minta maaf nanti semua orang akan, 'ya udah deh, bikin konten (tidak baik). Toh ujung-ujungnya minta maaf, selesai,' gitu," sambungnya.
Sementara itu, membuat konten di media sosial juga memiliki aturan. Ada pasal yang mengatur dalam penyebaran dan pembuatan informasi di ruang publik.
Umi Pipik pun sudah berkonsultasi dengan pihak yang berwajib mengenai konten milik Oklin Fia dan sudah terbukti melanggar apa yang telah diatur.
"Kita tidak boleh mempertontonkan yang urusannya dengan pornografi gitu, kan. Di sosial media itu ada undang-undangnya," sambungnya.
Istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori itu melanjutkan, "Jadi supaya yang membuat konten itu paham bahwa kita hidup itu tidak dia doang dengan kameranya. Tapi ada anak kecil yang semua bisa mengakses gitu."
Baca Juga: Jadi Duta MUI, Oklin Fia Dianggap Menginspirasi: Dikasih Apa Pak?
Mengenai permintaan maaf selebgram 22 tahun itu, Umi Pipik sudah menerimanya tetapi ia akan terus melanjutkan proses hukum sesuai semestinya.
Berita Terkait
-
Adik Ustaz Jefri Al Buchori Merasa Berhak Jadi Wali Nikah Abida Khanza Ketimbang Abidzar, Umi Pipik Tak Tinggal Diam
-
Abidzar Al Ghifari Putra Mendiang Uje Unggah Kabar Duka di Instagram
-
Umi Pipik Kaget Dengar Kabar Oklin Fia Jadi Duta MUI: Lucu Sekali
-
9 Potret Oklin Fia: Diisukan Mau Dijadikan Duta MUI Usai Konten Jilat Es Krim
-
MUI Pusat Bantah Angkat Oklin Fia Jadi Duta MUI: Kami Tidak Pernah Memutuskan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim