Suara.com - Kejanggalan kasus Kopi Sianida Jessica Wongso turut mendapat atensi dari mpengacara Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, tidak ada alasan ilmiah yang bisa menjerat Jessica Wongso dalam kasus Kopi Sianida tersebut.
Sebab, tak ada saksi mata yang melihat Jessica Wongso memasukkan racun sianida ke dalam kopi Mirna Salihin secara langsung.
Karena itu, Kamaruddin Simanjuntak merasa majelis hakim terlalu berani untuk memvonis Jessica Wongso. Sedangkan, jaksa terlalu memaksakan bahwa kematian Mirna Salihin disebabkan oleh racun sianida.
"Menurut saya majelis hakim itu terlalu berani dan jaksa juga terlau berani. Jadi otopsi itu sangat perlu untuk memastikan Jessica itu meracun atau tidak dan belum tentu juga dia pelakunya. Bisa aja keluarga dekat yang lain," ujar Kamaruddin Simanjuntak dilansir dari Youtube Intens Investigasi, Jumat (13/10/2023).
Kamaruddin Simanjutak pun tak akan tinggal diam bila menjadi Otto Hasibuan ketika kliennya, Jessica Wongso divonis 20 tahun penjara tanpa bukti yang akurat.
Eks pengacara Brigadir Joshua ini mungkin akan melakukan segala cara untuk mengusut tuntas kasus Jessica Wongso, bila dirinya menjadi Otto Hasibuan.
Apalagi, Kamaruddin Simanjuntak juga tahu bahwa kasus Kopi Sianida Jessica Wongso ini tidak ada otopsi dan saksi hidup yang melihatnya memasukkan racun ke kopi Mirna Salihin.
"Kalau saya jadi Otto tidak bisa diam, harus diusut tuntas. PK atau PK di atas PK. Karena tidak ada bukti yang akurat mengatakan dia pelakunya, saksi hidup juga tidak ada, surat tidak ada, otopsi juga tidak. Semua pakai penafsiran, janggal ini," jelasnya.
Baca Juga: Berharap Jodoh Sungguhan, Aliando Syarief Disemprot Amanda Manopo: Anda Diam!
Bahkan, Kamaruddin Simanjuntak juga siap turun tangan membantu Jessica Wongso mengusut kasus Kopi Sianida bila dimintai pertolongan.
"Kalau Jessica datang kepada saya, saya bersedia menolong dia. Itu komitmen saya, saya bersedia menolong Jessica kalau dia mau menyerahkan masalahnya ke saya," tegas Kamaruddin.
Berita Terkait
-
Tetap Bela Jessica Wongso, dari Sini Awal Hotman Paris Musuhan dengan Otto Hasibuan
-
Pakar Telematika Yakin Video CCTV Jessica Wongso Garuk Paha Hasil Rekayasa, Prof Eddy Disebut Lagi Panik
-
Wajah Jessica Wongso Tak Terlihat di Rekaman CCTV Terbaru, Pakar Heran Kenapa Edi Darmawan Begitu Percaya Diri
-
Insiden TikTok Awards 2023, Fuji Tak Salaman dengan Aaliyah Massaid
-
Menang Penghargaan dari TikTok, Fuji Dikritik Pidato Tanpa Ucap Salam
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Perfect Crown, Drakor Baru IU dan Byeon Woo Seok di Disney+
-
Sal Priadi Tuai Amarah Publik Usai Foto Bareng Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
-
Gara-Gara Ini, Jung Woo Sung Sempat Ragu Ambil Peran di Drakor Made in Korea
-
Raih 10 Juta Penonton, Skenario Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Ditulis Hanya dalam Waktu 3 Hari?
-
6 Plot Hole di Drama Cashero Bikin Penonton Garuk Kepala, Logis Gak Sih?
-
Sinopsis Scream 7: Teror Ghostface Kembali, Putri Sidney Jadi Target Utama
-
Cetak Sejarah! Ini 3 Film Terlaris Tissa Biani yang Tembus Jutaan Penonton
-
Nasihat Buya Yahya Jadi Titik Balik Inara Rusli Cabut Laporan Polisi dan Rujuk dengan Insanul Fahmi
-
Rekap Lengkap Ramalan Hard Gumay 2026: Kematian Artis, Perceraian Seleb Hingga Bencana Alam
-
Suami Terseret Kasus Penipuan, Boiyen Ungkap Harapan Ini untuk Tahun 2026