Suara.com - Jleb, Inaya Wahid Komentari Putusan MK soal Syarat Capres dan Cawapres: Bapak Saya Nggak Sekeren Anak 23 tahun
Inaya Wahid, aktivis sekaligus putri dari mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ikut mengomentari keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat calon presiden dan wakil presiden. Putusan ini berdasarkan judicial review dari seorang mahasiswa bernama Almas Tsaqibbirru.
Almas Tsaqibbirru mengajukan batas umur pendaftaran capres dan cawapres minimal 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Gugatan tersebut pun dikabulkan MK, yang mana, sang ketua, Anwar Usman merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo.
Inaya Wahid lantas angkat jempol buat Almas Tsaqibbirru yang dengan gugatannya, bisa mengubah konstitusi. Padahal kata anak bungsu Gus Dur ini, sang ayah yang dulunya juga sempat mengajukan judicial review kasus yang sama ke MK, mendapat penolakan.
"Pada waktu itu papa saya pernah jadi presiden, dia mengajukan judicial review dan bersama sama para ahli hukum segala macam ditolak," kata Inaya Wahid saat berkunjung ke kantor Suara.com, Selasa (17/10/2023).
Inaya Wahid lantas membandingkan ayahnya, Gus Dur yang seorang presiden, dengan mahasiswa strata satu. "Ternyata bapak saya enggak sekeren anak umur 23 tahun dari sebuah universitas nun jauh di daerah Jawa tengah di sana, karena anak itu berhasil dalam waktu singkat. Hehehhee," sindir perempuan40 tahun ini.
Tidak berhenti sampai di situ, bintang sitkom Ok Jek ini menambahkan, "Bapak mah sok-sok’an jabatannya. Pernah jadi presiden, ngajuin JR (judicial review) saja enggak disetujui."
Bahkan kata Inaya Wahid, sebelum Almas Tsaqibbirru, yang mengaku sebagai penggemar Gibran Rakabuming mengajukan gugatan, telah ada beberapa orang yang juga melakukan hal serupa. Namun MK menolak permintaan tersebut.
"Sudah ada beberapa kali yang mengajukan, tapi ditolak," kata Inaya Wahid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati