Suara.com - Usai meminta maaf kepada Otto Hasibuan, Edi Darmawan Salihin menjelaskan alasannya baru menunjukkan bukti CCTV yang memperlihatkan tangan Jessica Wongso memasukan racun sianida setelah dokumenter Netflix tayang.
Edi Darmawan Salihin menegaskan bahwa dirinya tidak berusaha untuk menyembunyikan bukti CCTV itu dari digital forensik selama 7 tahun berlalu.
"Ini yang saya tunjukkin gambar tangan Jessica masukin tangan kiri itu. Begini, itu sebenarnya bukan barang saya atau saya ngumpetin data dari digital forensik," kata Edi Darmawan Salihin dilansir dari Intens Investigasi, Minggu (12/11/2023).
Ayah Mirna Salihin mengatakan dirinya menemukan bukti CCTV itu 2016 lalu. Bahkan, pergerakan Jessica Wongso memasukkan sesuatu itu juga terekam CCTV bagian depan, tetapi tertutup oleh teks.
Edi Salihin sengaja tidak menampilkan itu sebagai bukti persidangan, karena ada perjanjian dari pihak kepolisian Indonesia dan Australia.
Edi Salihin mengatakan Krishna Murti, Direskrimum Polda Metro Jaya kala itu, sempat memperlihatkan bukti CCTV tersebut kepadanya, tetapi memintanya tidak menjadikan sebagai bukti agar tak membahayakan kepolisian Indonesia.
"Pak Krishna Murti bawa itu cuman buat ditunjukkin aja, jangan dipakai karena ini berkaitan dengan kepolisian. Kalau sampai cedera janjinya kepada AFP, berbahaya sekali," kata Edi Darmawan Salihin.
Sebab, ada seorang perwira kepolisian dari Australia yang datang melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Mereka meminta kepolisian tidak membuka semua bukti, agar Jessica Wongso tak dihukum mati di Indonesia.
"Waktu itu ada perwira lah dari sana yang datang untuk investigasi. Kalau kita buka semua, Jessica Wongso itu bisa dihukum mati," ujarnya.
Sebab, pihak kepolisian Australia menyatakan bahwa Jessica Wongso akan menjadi warga negaranya dan prosedurnya pun hampir selesai.
"Tapi, AFP bilang nggak akan kasih apa-apa kalau sampai dihukum mati. Karena, Jesica Wongso sudah mau jadi warga negara Australia," ujar Edi Darmawan Salihin.
Karena itu, Edi Darmawan Salihin meminta Otto Hasibuan agar tak mencederai hukum Indonesia ketika mengajukan PK lagi untuk Jessica Wongso.
Berita Terkait
-
Dicomblangi dengan Asnawi Mangkualam oleh Nikita Mirzani, Fuji Senyum-Senyum Salah Tingkah
-
Bikin Acara Doa Bersama untuk Jessica Wongso, Rey Utami Rela Keluar Uang Ratusan Juta Rupiah
-
Nikita Mirzani Ngamuk, Ogah Dekat dengan Fuji karena Tak Mau Dituding Pansos
-
Dilabrak Nikita Mirzani karena Fans Fanatik, Fuji Cuma Cengar-cengir
-
Rey Utami dan Otto Hasibuan Hadiri Acara Doa Bersama Untuk Jessica wongso
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng