Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Maret 2026 | 21:40 WIB
Fanny Ghassani ditemui di Cipete, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Fanny Ghassani mengenang detail momen perpisahan orang tuanya saat ia masih berusia 7 tahun dengan sikap yang sangat tegar.
  •  Pengalaman tersebut membuktikan bahwa anak kecil memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap kondisi rumah tangga orangtuanya.
  • Setelah puluhan tahun, Fanny kini telah sembuh dari trauma masa lalu melalui proses refleksi diri dan rasa ikhlas.

Suara.com - Fanny Ghassani berbagi kisah pilu dari masa kecilnya. Di usia yang baru menginjak 7 tahun, sang aktris harus menghadapi kenyataan pahit saat kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai.

Meski masih sangat belia, Fanny mengaku ingat betul setiap detail peristiwa yang menandai perpisahan tersebut.

"Aku paham banget, bahkan aku bisa capture semua kejadian-kejadiannya gitu," kata Fanny Ghassani saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Ada satu momen yang paling membekas di ingatannya, yakni saat sang ayah mengajaknya duduk untuk memberikan pengumuman penting.

"Fanny, ini nanti mama sama papa mau pisah," ujar sang ayah kala itu, seperti yang ditirukan kembali oleh Fanny.

Mendengar kalimat tersebut, Fanny kecil berusaha tegar. Ia memilih untuk menutupi rasa sedihnya demi menjaga perasaan sang ayah.

"Itu aku nahan air mata karena nggak mau kelihatan nangis di depan ayah gitu," ungkap artis berusia 35 tahun ini.

Pengalaman masa lalu itu menyadarkannya bahwa anak-anak memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap konflik rumah tangga.

"Bukan cuma orang tua, bahkan anak sekecil itu pun juga ikutan ngerasain," imbuhnya, menekankan betapa besarnya dampak perceraian bagi seorang anak.

Baca Juga: Fanny Ghassani Batal Nikah 4 Hari Jelang Akad, Keluarga Calon Suami Tak Rela Pindah Agama

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Fanny mengaku telah berdamai dengan masa lalunya dan tidak lagi merasa trauma. Bagi Fanny, menghadapi luka lama bukanlah sebuah kesalahan, melainkan bagian dari proses pendewasaan.

"Menemui luka masa lalu itu bukan suatu kesalahan," tegasnya.

Proses penyembuhan itu ia dapatkan melalui refleksi diri dan penerimaan yang tulus. Waktu telah membantunya mengikhlaskan segala keputusan yang pernah diambil orangtuanya.

"Dalam kita berproses itu yang paling penting kan ikhlas ya," ucap artis yang dikenal hobi berolahraga ini.

Ia kini meyakini bahwa segala emosi, baik sedih maupun bahagia, akan selalu berlalu seiring berjalannya waktu.

Load More