Suara.com - Yayu Unru ternyata bukan tiba-tiba kena serangan jantung sebelum meninggal dunia. Ia sudah mengalami masalah kesehatan sejak lama.
“Sebenarnya sudah sejak lama dia itu ngerasain sakit,” beber Teuku Rifnu Wikana, yang ikut melayat ke kediaman Yayu Unru di kawasan Pulogadung, Jakarta, Jumat (8/12/2023) siang tadi.
Cerita Teuku Rifnu Wikana dibenarkan putra Yayu Unru, Fatih Unru. Sang ayah memang sudah mengalami masalah jantung sejak beberapa bulan lalu.
“Sebelum-sebelumnya, dia ternyata ada masalah jantung. Itu dari 2 atau 3 bulan sebelum ini,” jelas Fatih Unru, usai pemakaman Yayu Unru di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta.
Hanya saja, Yayu Unru tidak bercerita ke keluarga sejak pertama merasakan masalah jantung. Ia berdalih cuma sakit biasa agar tidak membuat keluarga khawatir.
“Dia bilang, 'Nggak apa-apa, cuma masuk angin'. Itu dia menutup dari kami, biar nggak khawatir,” jelas Fatih Unru.
Yayu Unru pertama dikabarkan masuk rumah sakit oleh sang istri, Nita Unru lewat Instagram Story pada Selasa (5/12/2023). Ia mengunggah foto pintu ruang ICU tempat Yayu dirawat sambil mengabarkan kondisi terakhir sang suami yang belum stabil, namun sudah menunjukkan tanda-tanda positif usai mengalami serangan jantung.
“Bapak masih dalam masa pemulihan. Kita tunggu sampai kondisinya stabil,” tulis Nita Unru.
Dua hari setelahnya, Nita Unru menyampaikan perkembangan kondisi Yayu Unru. Ia menyebut keadaan sang suami sudah semakin baik dari sebelumnya.
Baca Juga: Kronologi Yayu Unru Meninggal Dunia, Berpulang usai Dua Kali Serangan Jantung
“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Sudah lepas oksigen dan sudah bisa makan sendiri,” jelas Nita Unru saat dikonfirmasi, Kamis (7/12/2023).
Namun pagi tadi, publik dikejutkan dengan kabar dari pihak keluarga bahwa Yayu Unru sudah berpulang menghadap Sang Pencipta.
“Telah berpulang ke Rahmatullah, Jumat jam 07.05, almarhum Andi Wahyuddin Unru bin Andi Unru,” bunyi pesan berantai yang disebar pihak keluarga lewat aplikasi WhatsApp.
Ternyata, Yayu Unru mengalami serangan jantung kedua tadi pagi. Berbeda dari sebelumnya, Yayu tidak selamat dan menghembuskan napas terakhir.
“Jadi kena serangan jantung kedua. Nah, di situ mungkin udah saatnya lah ya,” jelas Fatih Unru.
Yayu Unru sendiri sebelumnya memang sudah berada dalam kondisi yang lebih baik. Ia bahkan sudah bisa bercanda dengan Fatih Unru, dengan mengirim video berpura-pura merokok.
“Dia kirimkan saya WhatsApp, video gitu, kayak dia lagi pura-pura merokok. Kan dia sudah nggak boleh merokok kan, 'Lihat nih, bapak ngerokok', tapi pas dibuka ternyata nggak beneran. Dia masih bisa bercanda gitu,” kisah Fatih Unru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?
-
Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop
-
Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari