Suara.com - Pegi Setiawan alias Pegi Perong, tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Jabar, Bandung, pada Minggu (26/5/2024).
Ketika dihadirkan di depan wartawan oleh polisi, tampak jelas raut ketakutan dan gestur kegelisahan pada Pegi Perong. Sesekali, ia berusaha menyampaikan sesuatu namun seperti dihalang-halangi oleh petugas.
Berikut 5 kejanggalan pada Pegi Perong:
1. Isyarat Ingin Bicara
Dalam video yang beredar, gesture Pegi Perong seperti sangat ingin menyampaikan sesuatu kepada wartawan. Namun, ketika ingin membuka mulut, terlihat salah satu tangan petugas yang berada di belakangnya berusaha menutupi.
2. Tegang
Raut Pegi Perong terlihat sangat tegang. Kulit wajahnya kencang dan pandangannya nanar ke depan. Jelas ada ketidaknyamanan saat ia dihadirkan dalam konpers.
3. Tatapan Ketakutan
Semenjak digiring hingga tiba di lokasi konferensi pers, tatapan Pegi Perong terlihat penuh dengan ketakutan.
4. Akui Tak Membunuh Vina
Kepada wartawan Pegi Perong membantah telah membunuh Vina Cirebon dan kekasihnya, Eky.
Baca Juga: Ini Dua Sosok yang Pertama Melihat Jasad Vina Cirebon di Fly Over, Begini Kesaksian Mereka
5. Bingung dan Gelisah
Dari sorot matanya, Pegi Perong terlihat kebingungan. Gerak-geriknya jelas menunjukkan kegelisahan setelah disangkakan sebagai pembunuh Vina Cirebon.
6. Berontak
Pegi terlihat berontak dari pegangan petugas ketika kronologis dugaan pembunuhan terhadap Eky dan Vina delapan tahun lalu dibacakan. Bukan marah, wajahnya terlihat datar sembari menggelengkan kepala.
Nama Pegi Perong diketahui viral akhir-akhir ini setelah ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan Vina dan Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016.
Polisi menangkap Pegi Setiawan, yang juga dikenal dengan nama Perong dan Robi Irawan, pada 26 Mei 2024. Penangkapan ini memunculkan kembali kasus pembunuhan delapan tahun silam.
Kepolisian yakin Pegi terlibat dalam pembunuhan Vina dan Rizky. Keyakinan ini didasari hasil pemeriksaan narapidana yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman, serta orang tua dan dokumen-dokumen Pegi seperti ijazah dan kartu keluarga.
Namun, Pegi membantah tuduhan tersebut dan mengaku dirinya tidak bersalah. Bahkan, ia menyatakan difitnah dan dijadikan kambing hitam.
Sementara itu, Pakar mikro ekspresi turut memberikan analisis bahwa ekspresi Pegi saat konferensi pers menunjukkan ia tidak berbohong.
Berita Terkait
-
Ini Dua Sosok yang Pertama Melihat Jasad Vina Cirebon di Fly Over, Begini Kesaksian Mereka
-
Denny Darko Singgung Linda Pura-pura Kerasukan Vina: Ada yang Coba Disembunyikan
-
Denny Darko Sebut Linda Tidak Kemasukan Arwah Vina Cirebon, Warganet: Kerasukan Kok Nunggu Momen
-
Sosok Saksi Kunci Gaga: Sempat Ridding Bareng Eky dan Vina di Malam Pembunuhan
-
Di Depan Polisi, Linda Bilang Tak Akrab dengan Vina Cirebon
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Bawa Bukti Rekam Medis, Mantan ART Erin Taulany Alami Gangguan Jiwa Usai Bekerja: Kondisinya Cemas
-
Film Tanah Runtuh Berlatar Konflik Poso, Kamera Bergerak Liar Jadi Tantangan Pemain
-
Via Vallen Murka Usai Jadi Korban Body Shaming: Disuruh Diet Pas Lagi Menyusui Dua Anak!
-
Bongkar Biaya Jadi Pilot, Ridho Slank Sebut Terbangkan Pesawat Lebih Murah daripada Main Golf
-
Curhat di Threads, Citra Scholastika Soroti Etika Booking Jasa Penyanyi
-
Visinema Studios Meriahkan JFF for Kids 2026 Lewat Nussa, JUMBO, dan Na Willa
-
Intip Benefit Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, dari Fan Sign hingga Foto Berdua
-
Kasus Hanania Group: Keanu AGL Penuhi Panggilan, Awkarin Mangkir Tanpa Kabar
-
Jelang Fan-Con di Jakarta, Kim Myungsoo Sapa Penggemar: Aku Sudah Menantikan Momen Ini
-
Betrand Peto Semprot Karyawan Sarwendah yang Sindir Ruben Onsu: Jangan Lari, Buka Kolom Komentar