Suara.com - Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja mengambil keputusan besar jelang pelaksanaan Pilkada 2024. Mereka mengubah syarat pencalonan kepala daerah, dengan tidak lagi memperhitungkan jumlah kursi partai politik di DPRD dari pemilu sebelumnya.
Sebagai gantinya, MK menerapkan ambang batas pencalonan kepala daerah sesuai komposisi jumlah daftar pemilih tetap. Partai politik yang ingin mencalonkan kepala daerah setidaknya harus mendapat perolehan suara 6,5 sampai 10 persen dari pemilu sebelumnya, tergantung dari jumlah daftar pemilih tetap masing-masing wilayah.
Kini, partai politik yang memenuhi syarat bisa mendaftarkan calon kepala daerahnya sendiri tanpa harus memusingkan pembentukan koalisi. Peluang bertambahnya calon kepala daerah di masing-masing wilayah pun terbuka lebar.
Langkah besar MK jelang pelaksanaan Pilkada 2024 pun mencuri perhatian berbagai kalangan. Tak terkecuali para artis, mereka mulai ikut menyuarakan pendapatnya terkait hal itu.
Ibnu Jamil jadi salah satu artis yang berkomentar soal perubahan peraturan jelang Pilkada 2024. Sebagai salah satu pemain film Tepatilah Janji yang memang membawa misi mempromosikan Pilkada 2024, sang aktor menilai keputusan MK bakal meminimalisir potensi golput.
"Semakin banyak calonnya, semakin banyak alternatif pilihannya. Jadi, kebutuhan dan keinginan warganya mungkin juga lebih bervariasi," ujar Ibnu Jamil di sela kunjungannya ke redaksi Suara.com di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Upaya membentuk calon kepala daerah tunggal dari satu koalisi besar partai politik, seperti yang belakangan ramai dibicarakan pun dirasa Ibnu Jamil akan sulit terwujud.
"Mudah-mudahan, ini akan jadi Pilkada yang sehat. Jadi kita tidak memilih wakil cuma satu. Kalau kayak gitu kan sama aja kayak kita cuma disodorin satu jenis obat, padahal sebenernya ada jenis yang lain," kata Ibnu Jamil.
"Mungkin bisa yang cocok dengan kantongnya. Kan ada jenis obat yang lebih murah. Misal dia sanggup beli yang mahal juga ya dia bisa beli yang mahal," lanjut sang aktor.
Namun di sisi lain, Ibnu Jamil tetap mengingatkan para calon pemilih kepala daerah untuk bijak menentukan pilihan. Upaya MK menghadirkan iklim Pilkada yang sehat akan terasa percuma kalau tidak dibarengi dengan penggunaan hak suara secara tepat.
"Pemilihnya juga harus cerdas. Kalau nggak cerdas, akan sulit juga untuk mendapat pemimpin berkualitas," pungkas Ibnu Jamil.
Berita Terkait
-
Putusan MK jadi Angin Segar, Hasto Blak-blakan soal Kans PDIP Usung Anies di Jakarta: Tunggu Tanggal Mainnya!
-
Putusan MK jadi Kabar Baik Bagi Ibu Ketum, Megawati Jagokan Siapa di Pilkada Jakarta: Anies atau Usung Kader Sendiri?
-
Akui Pilkada Tak Kalah Rumit dari Pemilu, Jokowi ke KPU se-Indonesia: Masalah Masa Lalu Jangan Terulang!
-
Jagokan Ahmad Luthfi-Kaesang di Pilkada Jateng, Terkuak Alasan KIM Plus Ikuti Jejak NasDem
-
Skenario Gibran Menang Telak di Solo Bakal Diulang di Pilkada Jakarta usai PKS Gabung KIM?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim