Suara.com - Baim Wong memulai debut menjadi sutradara dalam film horor Lembayung. Setelah profesi aktor lalu produser sudah dilakoninya, kini Baim mengadu nasib sebagai sutradara.
Kepada Suara.com, Baim Wong blak-blakan mengakui bahwa pengalamannya menjadi sutradara tidaklah mudah. Bagi Baim, membuat film lima kali lebih susah daripada berakting.
"Tanggung jawabnya, waktunya juga, habis itu juga lebih capek pastinya, lima kali lipat, lima kali lebih capek daripada jadi pemain," kata Baim Wong saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Suami Paula Verhoeven tersebut menjelaskan alasannya mengapa membuat film itu susah. Ternyata butuh waktu satu tahun buat Baim merampungkan film horor tersebut.
"Prosesnya lama banget ya, kita ubah skenario tuh, masih syuting masih ubah, pas on the set juga. Terus (proses mencari pemain) susah sekali lho, banyak juga yang nolakin saya, nggak percaya sama saya," tutur Baim.
"Kita harus benar-benar ada di setiap post pro, bukan hanya me-ndirect aja. Ada di post scoring, ada di trading, ada di mixing. Jadi menurut saya me-ndirect itu susah banget, bikin film susah banget. Jadi kalau mau buat film bagus itu saya harus menyita waktu satu tahun lebih untuk membuat ini," sambungnya.
Beruntungnya, Baim hanya fokus sebagai sutradara di film Lembayung, padahal sebelumnya dia berencana double job sebagai pemain.
"Tadinya mau, cuma akhirnya saya mendapatkan cast-cast yang saya bilang super-super semua, akhirnya saya konsentrasi (jadi sutradara) aja," imbuhnya.
Film Lembayung merupakan adaptasi dari thread horor viral Jin Poli Gigi yang ditulis oleh Pica melalui akun @saturnrushx di X atau Twitter.
Baca Juga: Segera Tayang Bulan September, Film Killer Heat Rilis Preview Para Pemain
Thread tersebut menceritakan pengalaman mengerikan Pica bersama dengan temannya, Arum, saat menjalani kegiatan PKL (magang) di unit poli gigi sebuah klinik di pinggiran Yogyakarta.
Film ini dibintangi oleh Yasamin Jasem, Tazkya Yasamin Jasem, Taskya Namya, Arya Saloka, Oka Antara, Anna Jobling, Erick Estrada, Asri Welas dan masih banyak lagi.
Berita Terkait
-
Padahal Bisa Double Job, Ini Alasan Baim Wong Tolak Ikutan Akting dan Pilih Fokus Jadi Sutradara di Film Lembayung
-
Kaka Boss Pecah Rekor! Raup 111 Ribu Penonton dalam 2 Hari
-
Ulasan Film Following, Singgung Soal Kehidupan Seleb Dumay yang Tipu-tipu
-
Sinopsis Film 'Home Sweet Loan', Memotret Hidup Sandwich Generation
-
Intip Teaser Film The Shadow Strays, Sajikan Adegan Penuh Adrenalin
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Guncang Oscar 2026! 6 Fakta Film Sinners Pecahkan Rekor dengan 16 Nominasi
-
Tangis Ressa Pecah, Berharap Diakui Denada sebagai Anak: Cuma untuk Ketenangan Hati
-
Intip Detail Gaun dan Makeup Ranty Maria saat Pemberkatan Nikah di Bali: Glam in White!
-
Sering Dikirim Kopi, Tissa Biani Bongkar Sifat Dermawan Lucky Element yang Jarang Diketahui Publik
-
Bikin Element Mandiri, Jasa Besar Lucky Widja di Band Diungkap Sahabat
-
Kasus Penggelapan eks Admin Fuji Naik Sidik, Terungkap Ada Dugaan Sindikat Karyawan
-
Pihak Kepolisian Usut Kematian Lula Lahfah dengan Scientific Investigation
-
Sinopsis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Saat Dendam Lebih Kuat dari Iman
-
Keanu AGL Bongkar Sifat Asli Lula Lahfah: Tulus, Gak Milih-Milih Teman
-
Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki