Suara.com - Pablo Benua ungkap alasan yang membuat dirinya melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya. Dia mengaku sudah membuat laporan tersebut pada 6 November 2024.
Suami Rey Utami itu melaporkan Farhat Abbas karena tidak terima pengacara 48 tahun itu menuduhnya meminjam uang dan menyembunyikan barang bukti.
"Saya melaporkan dia (Farhat Abbas) atas pencemaran nama baik melalui ITE. Dia menuduhkan saya pinjam uang sama dia, dia bilang saya dulu ditahan karena menyembunyikan barang bukti," kata Pablo Benua melalui pesan WA kepada awak media.
Namun yang menjadi perhatian, Pablo merasa tersinggung saat Farhat Abbas bicara soal kasus ikan asin. "Dia bilang saya dipenjara karena ngomong ikan asin," ujarnya.
Diduga Farhat Abbas mengungkap pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara yang kemudian di unggah di YouTube.
Pablo pun memastikan membuat laporan tersebut sebelum Farhat Abbas membuat laporan atas dirinya di Polda Metro Jaya pada 8 November lalu.
"FA melaporkan saya dugaan pasal 315 yang ancaman penjaranya empat bulan dua minggu," imbuhnya.
Atas laporang yang dilakukan oleh Pablo Benua, Farhat Abbas terancam enam tahun penjara dan hukuman denda Rp1 miliar.
Seperti diketahui, kasus ini ramai setelah Agus Salim mengaku disiram air keras oleh rekan kerjanya bernama Aji. Penderitaan Aji diketahui oleh Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi yang juga sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan.
Baca Juga: Tak Takut dengan Laporan Teh Novi, Agus Salim: Biarin..
Novi kemudian mengajak Agus ke podcast Denny Sumargo. Dari podcast Densu, rupanya membuat banyak orang yang iba dengan Agus. Masyarakat kemudian melakukan penggalangan donasi buat Agus yang kemudian nilai angkanya sangat besar Rp1,5 miliar.
Namun sayangnya, belakangan diketahui duit yayasan digunakan Agus Salim untuk keperluan pribadi. Misalnya, Rp98 juga diberikan Agus kepada kerabatnya bernama Wawa untuk membayar utang rumah. Uang kemudian dipakai lagi sebagian buat membayar utang. Sementara untuk pengobatan, Agus memilih tetap menggunakan BPJS.
Hal ini memicu kekecewaan Pratiwi Noviyanthi dan para donatur. Atas persetujuan Denny Sumargo, uang donasi ditarik ke rekening Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, agar penggunaan duit tersebut bisa lebih terkontrol.
Agus yang diwakili pengacaranya, Farhat Abbas tak terima dengan tindakan Novi. Agus dan Farhat kemudian melaporkan Novi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan. Namun tindakan tersebut malah membuat publik makin tak bersimpati ke Agus.
Berita Terkait
-
Tak Takut dengan Laporan Teh Novi, Agus Salim: Biarin..
-
Dilaporkan Aliansi Bugis, Denny Sumargo bikin Permintaan Maaf Terbuka
-
Warganet Girang, Pratiwi Noviyanthi Akhirnya Berniat Laporkan Agus ke Polisi
-
Pablo Benua Laporkan Farhat Abbas Duluan, Ancaman Hukuman Lebih Berat
-
Agus Salim Ketahuan Bisa Lihat di Acara TV, Warganet: Kita Kena Prank Guys
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum