Suara.com - Ayah Vadel Badjideh, Umar Badjideh telah menjalani pemeriksaan perdana terkait laporannya terhadap Nikita Mirzani atas dugaan fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (20/11/2024).
Selama diperiksa, Umar Badjideh menyerahkan bukti-bukti saat Nikita Mirzani menghinanya lewat Instagram pribadinya. Nikita menghina Umar miskin dan mirip binatang.
"Kata-katanya jelas sekali, sangat terang mengandung fitnah yaitu menyatakan bahwa keluarga Bapak Umar adalah keluarga yang paling miskin atau keluarga termiskin di dunia," kata pengacara Umar Badjideh, Rahmad Riadi usai pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Kemudian ada juga keterangan yang mencemari nama baik Pak Umar yang menyatakan bahwa wajah Pak Umar mirip seperti The Planet of The Apes. Mirip seperti, mohon maaf saya sebutkan binatang, monyet, kingkong," sambungnya.
Umar mengaku sangat terluka atas ucapan Nikita Mirzani tersebut. Apalagi hinaan tersebut juga mempengaruhi netizen untuk ikut menghujatnya.
"Saya merasa terhina, tercela, gara-gara masalah anak. Sebenarnya saya nggak mau tahu urusan anak, jadi saya mau nimbrung di sini karena keluarga kena semua. Sampai ke NTT juga," ujar Umar Badjideh.
"Bukan lagi sakit hati. Sakit banget," tambahnya.
Martin Badjideh, anak sulung Umar Badjideh sekaligus kakak Vadel Badjideh menjelaskan bahwa keluarganya sudah menahan emosi sejak Maret dan akhirnya meledak.
"Awal mulai dari bulan Maret nih ya, semua dari bulan Maret kita satu keluarga diam semua, sampai di bulan September. Di September itu semua kita emosi ya, jadi semuanya kita klarifikasi," ungkap Martin.
Sebagaimana diketahui, Nikita Mirzani melaporkan kekasih Lolly, Vadel Badjideh dalam kasus dugaan persetubuhan dan aborsi.
Dalam laporan tersebut, Vadel Badjideh dituduhkan melalukan persetubuhan anak di bawah umur dan aborsi terhadap Lolly.
Polemik makin panas usai keluarga Vadel Badjideh gantian mempolisikan Nikita Mirzani atas dugaan body shaming dan pencemaran nama baik.
Berita Terkait
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Minta Maaf Tanpa Sebut Nama Ruben Onsu, Sarwendah Disemprot Nikita Mirzani
-
Gugatan PMH ke Reza Gladys Ditolak, Nikita Mirzani Gagal Kantongi Rp244 Miliar
-
Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi