Suara.com - Perlakuan Gus Miftah terhadap penjual es teh saat acara tabligh akbar di Magelang, Jawa Tengah, rupanya masih menyisakan kekecewaan di kalangan publik.
Pendiri Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta itu kedapatan menghina Sunhaji di depan ribuan jamaah. Gus Miftah mengolok-olok penjual es teh keliling itu dengan sebutan kasar.
Insiden bermula dari Sunhaji menjajakan es tehnya dalam tabligh akbar Gus Miftah. Lalu, para jemaah memintanya untuk memborong minuman yang dijual.
"Oh, ngeborong. Es tehmu masih banyak nggak? Masih? Ya sana dijual, goblok! Jual dulu, kalo nggak laku, ya sudah, takdir," ejek Gus Miftah yang disambut tawa oleh rekan-rekannya.
Sunhaji pun hanya terdiam ketika diolok-olok. Ia sempat menghela napas panjang dan tersenyum simpul usai mendapat hinaan tersebut.
Tindakan itu membuat publik marah hingga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot jabatan Utusan Khusus Presiden yang diberikan kepada Gus Miftah.
Menyusul desakan tersebut, beredar petisi dari laman change.org dengan judul "Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden" yang ditujukan kepada Prabowo.
Hingga Kamis (5/12/2024) malam, sejumlah 158.749 telah menandatangani petisi itu. Padahal petisi tersebut baru dibuat pada Rabu kemarin.
Sejumlah orang mengungkap alasannya turut menandatangani petisi tersebut.
Baca Juga: Silsilah Keluarga Yati Pesek, Seniman Senior yang Fisiknya Direndahkan Gus Miftah
"Saya nggak rela pajak saya digunakan untuk bayar orang nirempati dan nggak mendidik kayak dia, mubadzir (percuma)!!" ungkap seorang wanita bernama Hera Sintya.
"Copot Gus Miftah karena telah menghina orang yang sedang berjuang keras untuk keluarganya, apalagi sampai menyebut kata 'goblok'," ujar seseorang bernama Kucay.
"Pentingnya adab daripada ilmu, lebih baik jualan es teh daripada jualan agama," sindir Faisal Pratama.
Petisi ini sudah beredar di media sosial, terutama platform X, sejak kemarin dengan tujuan 200.000 orang yang diharapkan mau ikut tanda tangan.
Berita Terkait
-
Diduga Berkali-kali Hina Orang dengan Dalih Bercanda, Gus Miftah Disemprot Psikolog
-
Klaim Bercanda Hina Penjual Es Teh, Komedi Gus Miftah Dibedah Tretan Muslim: Namanya Ngebom
-
Intip Beda Gaya Humor Gus Dur dengan Gus Miftah, Bak Bumi dan Langit
-
Bak Menjawab Asal Usul Gus Miftah, Yati Pesek Bicara usai Direndahkan: Kamu Bukan Ustaz Bukan Kiai Ya?
-
Gus Miftah Lempar Makanan ke Jamaah, Netizen: Kelakuan Jauh dari Adab
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur