Suara.com - Persoalan tarif ceramah Gus Miftah masih menjadi perbincangan hangat hingga hari ini. Usai menolak tarif ceramah Rp75 juta lantaran kalah besar dari seorang biduan. Pasalnya, biduan yang dimaksudkan menerima uang sebesar Rp150 juta.
"Uang saya kembalikan, saya gak terima uangnya. Anda itu lucu. Kyai yang ngaji satu jam untuk pencitraan kamu membangun oralitas, kamu kasih 75 juta. Penyanyi dangdut nyanyi 5 lagu, kamu kasih 150 juta," ujar Gus Miftah dalam pengakuan dalam video viral baru-baru ini.
Belum usai soal mengembalikan uang Rp75 juta, Gus Miftah ternyata pernah dibayar cuma Rp5 juta dari anggaran dana sebesar Rp50 juta.
"Aku dibayar Rp5 juta (saat ceramah). Terus pejabatnya telepon aku (nanya), 'Anda diberi uang berapa tadi?' 'Rp5 juta, pak pejabat'," ungkap Gus Miftah dalam ceritanya di TikTok @jnc.moon dilansir pada Kamis (12/12/2024).
Mendengar pengakuan Gus Miftah, konon sang pejabat marah. Pasalnya, uang yang disediakan untuk tarif ceramah Gus Miftah mencapai Rp50 juta. Gus Miftah pun menuding Rp45 juta sebagai sisa diambil oleh panitia.
Masih dalam cerita yang sama, Gus Miftah membandingkan dirinya sendiri dengan para pendakwah lain yang diduga menerima DP sebelum ceramah.
"Kiai kondang yang tidak punya peraturan (tarif ceramah) cuma Gus Miftah. Kadang-kadang ada yang undang kiai pakai DP, aku ya malu. Masa undang kiai pakai DP, apa bedanya sama sapi," lanjut Gus Miftah.
Cerita tersebut masih dilanjutkan dengan perbandingan lainnya. Kali ini, tarif untuk profesi PSK yang dijadikan sebagai bahan perbandingan.
"Aku paling malu kalau ditanya (soal) tarif (ceramah) berapa. 'Berapa tarifnya, Gus?' 'Rp10 juta umpamanya'," cerita Gus Miftah.
Baca Juga: Beredar Foto Lawas Gus Miftah, Disebut Mirip Gibran Rakabuming Raka
Namun jika tarif tersebut masih ditawar, Gus Miftah mendadak menyandingkan dirinya dengan para PSK.
"Ditawar, 'kalau Rp5 juta gimana?' Berarti apa bedanya aku sama l***e?" sambungnya.
Berita Terkait
-
6 Potret Pondok Pesantren Ora Aji Milik Gus Miftah, Nama Ponpes dan Masjidnya Diperdebatkan
-
Ceramah Dinilai Tak Bermutu, Alasan Habib Zaidan Yahya Karib Gus Miftah Terkenal Bikin Syok
-
Latar Belakang Ning Astuti Istri Gus Miftah, Adabnya Bagikan Roti ke Santri Tuai Cibiran
-
Tutur Kata Ustaz Adi Hidayat Bantah Gantikan Jabatan Gus Miftah Disanjung Setinggi Langit
-
Didikan di Pondok Pesantren Gus Miftah Dinilai Melestarikan Perbudakan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Curhat Dokter Gia Pratama Viral, Sebut Hanya Terima Rp30 Ribu dari Pasien BPJS
-
Menyentuh! Ayah Bunga Zainal Wafat Usai Semua Anak Berkumpul, Dimakamkan Sesuai Keinginan Istri
-
Buntut IG Diretas dan Bikin Gaduh, Akun Ahmad Dhani Kini Disita Mulan Jameela: Saya Dimarahin
-
Sinopsis Honest Thief: Eks Marinir dan Perampok Ingin Taubat, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Shafeea Jadi Korban Bully, Ahmad Dhani Singgung IQ Netizen Indonesia yang Rendah
-
Akun IG Diretas Sindikat Sulawesi hingga Makan Korban, Ahmad Dhani Curiga 'Pembunuh Bayaran'
-
Video Detik-Detik Mencekam, Perempuan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Flying Fox
-
Di Balik Konten Marah-Marah, TikToker 'Petantang Petenteng' Manda Curhat Kena Sihir Orang Terdekat
-
Semua Klaim Ahmad Dhani Disanggah Dokumen Putusan MA, Termasuk Maia Estianty Selingkuh
-
Klarifikasi Dokter Richard Lee soal Keluar-Masuk Gereja hingga Berujung Sertifikat Mualaf Dicabut