Suara.com - Keluarga dokter koas bernama Lady Aurellia Pramesti cukup menarik perhatian publik. Bagaimana tidak, Lady ternyata adalah anak dari seorang pejabat.
Namun di sisi lain, latar belakang dari keluarga korban penganiayaan, Muhammad Luthfi Hadhyan juga tidak bisa diremehkan.
Lantas, seperti apa perbandingan latar belakang dari Lady Aurellia Pramesti dan korban penganiayaan oleh sopir keluarganya, Chief Koas bernama Luthfi? Simak uraian selengkapnya oleh Suara.com di sini.
Lady Aurellia Pramesti
Mari kita mulai dari Lady Aurellia Pramesti. Sejak video penganiayaan terhadap Luhfi yang diduga dimulai dari aduan Lady Aurellia Pramesti viral, terkuak bahwa kedua orang tuanya memiliki pekerjaan yang mentereng.
Ayah dari Lady Aurellia Pramesti bernama Dedy Mandarsyah. Dedy Mandarsyah adalah pejabat di Kementerian PUPR diduga eselon II atau III.
Kekayaan dari Dedy Mandarsyah pun sempat diperbincangkan. Dilaporkan pada tahun 2024, kekayaannya mencapai angka Rp9,4 miliar.
Tak kalah dari sang Ayah, ibunda dari Lady ternyata adalah seorang pengusaha butik. Bernama Sri Meilina, ibunda Lady memiliki butik bernama Lady's Tenun Klasik.
Selain itu, Sri Meilina adalah seorang direktur di perusahaan bahan bakar minyak yang bernama PT. Assaari Romuzun. Sri Meilina disebut-sebut merupakan lulusan dari Jurusan Hukum.
Baca Juga: Tompi Ikut Sentil Lady Aurellia Dalang Kasus Penganiayaan Dokter Koas di Palembang: Mending...
Muhammad Luthfi Hadhyan
Berpindah dari Lady Aurellia Pramesti, sosok orang tua Luthfi sempat muncul di hadapan publik. Secara tegas, ayahnya yang bernama Wahyu Hidayat menolak untuk berdamai.
Sempat diduga adalah konsulen, Wahyu Hidayat kini diduga adalah seorang pejabat di Unilever. Wahyu adalah seorang Head of Customer Development Jawa sejak tahun 2021.
Selain itu, ibu dari Luthfi diduga adalah seorang dokter spesialis, berdasarkan cuitan pemilik akun @serotonin304. Dugaan juga bertambah bahwa salah satu keluarga Luthfi adalah seorang konsulen.
"Plot twistnya bapak dari ketua koas-nya Lady ini adalah Head of Department Unilever, ibunya dokter keluarganya ada yang konsulen juga (gurunya dokter spesialis)," tulis pemilik akun tersebut.
Berita Terkait
-
Kenal dari Lama? Jejak Digital Raffi Ahmad dan Lady Aurellia Balas-balasan di Twitter Diungkit Lagi
-
Beredar Jadwal Jaga Lady Aurellia Pramesti saat Koas, Warganet Malah Curiga: Jarang Banget...
-
Diungkap Rekan Koas, Lady Aurellia Diduga Sudah Tak Piket Seminggu, Kini Protes Jadwal Jaga Tahun Baru
-
Lady Aurellia Diduga Banding Soal Hukuman dari Kampus Akibat Terlibat Kasus Penganiayaan, Dari DO Jadi Skorsing 3 Bulan?
-
Jabatan Mentereng Wahyu Hidayat, Pantas Ayah Dokter Koas Luthfi Ogah Damai dengan Pihak Lady Aurellia
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987