Suara.com - Nama Ustaz Maulana sedang hangat dibicarakan publik buntut terseret dalam polemik ceramah kontroversial Miftaim An'am alias Gus Miftah.
Menurut Gus Miftah, gaya ceramah Ustaz Maulana di televisi tidak cocok dibawakan oleh pendakwah Nahdlatul Ulama (NU) karena kelewat pecicilan.
"Apa pantas kalau kiai NU diminta pecicilan seperti itu? Enggak pantas, masa menjelaskan di TV dengan pecicilan?" ucap Gus Miftah.
Seiring dengan itu, tarif ceramah hingga kontrak Ustaz Maulana dengan stasiun televisi Trans TV juga ikut santer disorot.
Dalam sebuah acara pengajian, Ustaz Maulana bercerita awal mula mendapat kontrak dari stasiun televisi Trans TV. Dia mengungkap, sempat menolak tawaran dari berceramah.
"Sebenarnya waktu mau dikontrak Trans TV, saya tidak mau. Saya sebut Ustaz (lain). Saya Ustaz bodoh, gak ada ilmuku (hanya) banyak digayaku," ujar Ustaz Maulana.
Pasalnya, Ustaz Maulana menilai kapabilitasnya sebagai dai kurang cocok untuk tampil di TV. Oleh karena itu, dia merekomendasikan dai lain alih-alih dirinya.
Sementara itu, pihak televisi tidak tertarik dengan Ustaz lain. Setelah diskusi alot, Ustaz Maulana akhirnya bersedia menerima tawaran tersebut.
"Saya sebut satu-satu (Ustaz) di depan Wishnutama, (dia bilang) 'enggak, kami mau Ustaz'. Baiklah," sambung Ustaz Maulana.
Baca Juga: Anggota DPR Maman: Gus Miftah dengan Bahasa yang Kasar, Tiba-tiba Mengusik Rasa Kemanusiaan Kita
Ustaz Maulana mengungkap, dirinya dikontrak oleh stasiun televisi Trans TV sekitar 30 tahun lamanya.
"Alhamdulillah saya dikontrak 30 tahun. Jadi, saya nanti di Trans sampai (umur) 70," pungkasnya, dikutip pada Sabtu (21/12/2024).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari beragam sumber, honor ceramah mantan suami mendiang Nur Aliah tersebut diisukan menyentuh angka Rp 25 juta.
Jika tarif ceramah Rp 25 juta tersebut adalah honor harian, maka Ustaz Maulana diperkirakan mengantongi Rp 750 juta per bulan atau Rp 9 miliar per tahun.
Seperti diketahui, salah satu program religi yang diisi Ustaz Maulana tayang setiap hari di Trans TV. Dengan kontrak selama 30 tahun, dia ditaksir mendapat honor ceramah sebanyak Rp 270 miliar.
Sementara itu, jika hitungan tarif ceramah Rp 25 juta merupakan honor bulanan, maka Ustaz Maulana diduga mendapat Rp 300 juta per tahun.
Selama 30 tahun kontrak, Ustaz Maulana diperkirakan mendapat honor ceramah sebanyak Rp 9 miliar.
Sebagai tambahan informasi, Ustaz Maulana tercatat mengisi program religi di Trans TV semenjak tahun 2011 lalu.
Beberapa program religi tersebut adalah Islam Itu Indah (2011—sekarang), Sahur itu Indah (2015 & 2020), Happy Show (2015—2016), Ramadan Itu Berkah (2022—2023), Lebaran itu Berkah (2022), dan Berkahnya Ramadan (2024).
Berita Terkait
-
Gus Iqdam Cuek Dihujat: Mereka Juga Gak Pernah Pengajian
-
Video Gus Iqdam Katain Penjual Es Teh Caper: Gak Usah Jualan Lagi, Kesal Aku
-
Jadwal Pengajian Gus Miftah Terbaru Bulan Desember 2024
-
Anggota DPR Maman: Gus Miftah dengan Bahasa yang Kasar, Tiba-tiba Mengusik Rasa Kemanusiaan Kita
-
Sikap Gus Miftah saat Mendadak Disodori Kamera Terkuak, Disebut Asyik dan Luar Biasa
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam