Suara.com - Baru-baru ini, Atlas Beach Club salah satu lini usaha Hotman Paris Hutapea mendapat kecaman dari masyarakat Hindu Bali, karena menampilkan gambar Dewa Siwa dalam pertunjukkan musik DJ.
Karena itu, Hotman Paris lewat unggahannya di Instagram meminta maaf kepada masyarakat Hindu Bali atas keteledoran salah satu karyawannya.
"Kami dari pihak Atlas untuk yang kesekian kali meminta maaf pada masyarakat Hindu Bali atas kesalahan atau keteledoran dari salah satu pegawai Atlas yang menayangkan sesuatu tidak sepantasnya yang menyinggung hati masyarakat Hindu Bali," kata Hotman Paris pada unggahannya, Sabtu (8/2/2025)
Pengacara 64 tahun itu mengatakan video Dewa Siwa dalam pertunjukkan musik DJ tersebut hanya berlangsung sesaat, karena langsung dihentikan oleh pihak manajemen.
"Tayangan terus kurang dari satu menit dan langsung dihentikan oleh managernya," katanya.
Namun, Hotman Paris menyadari tayangan video tersebut cukup menyinggung perasaan masyarakat Hindu Bali.
Karena itu, pihaknya mengatakan sudah memecat karyawan yang melakukan kesalahan tersebut. Meskipun, karyawannya tersebut berdalih tak sengaja menayangkan gambar Dewa Siwa.
"Sedangkan, staf yang melakukan kesalahan dan keteledoran tersebut suah dipecat karena alasan salah pencet atau apa," ujar Hotman Paris.
Terakhir, Hotman Paris berharap keberadaan Atlas Beach Club mendapat dukungan dari masyarakat Bali. Sebab, ayah tiga anak ini yakin Atlas bisa membantu perekonomian Bali.
Baca Juga: Hotman Paris Nyaris Dipukul Razman, Ingat Lagi Pengakuan Denise Chariesta Soal Tendang Karyawan
Apalagi, sekitar 90 persen jumlah karyawan Atlas juga berasal dari masyarakat Bali itu sendiri.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Bali, karena Atlas ada tujuan utama turis asing dan turis lokal dengan pegawai lebih dari 1.000 yang mana 90 persen dari kalangan masyarakat Bali. Semoga Atlas bisa membantu perekonomian di Bali," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Nyaris Dipukul Razman, Ingat Lagi Pengakuan Denise Chariesta Soal Tendang Karyawan
-
Selain Firdaus Oiwobo Naik Meja, Tim Razman Juga Sebut Majelis Hakim Koruptor
-
Kerap Jadi Bahan Tertawaan, Firdaus Oiwobo Malah Beranggapan Dirinya Lawan Terberat Hotman Paris
-
Detik-Detik Razman Teriaki Majelis Hakim "Koruptor" Sambil Gebrak Meja di Ruang Sidang
-
MA Mulai Beri Respons, Hotman Paris Sebut Razman Juga Teriaki Majelis Hakim Koruptor
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kejutan di Cannes Film Festival 2026: John Travolta Menangis Raih Palme d'Or
-
Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
-
Tinggal Menghitung Hari, Ini Alasan Amanda Manopo Pilih Jalani Persalinan Caesar
-
Sajen Satu Suro: Misteri Keris Terkutuk dan Rahasia Kelam 30 Tahun Silam
-
Siap Nikah, Cinta Brian Sebut Keputusan Kini Ada di Tangan Gisel: Kalau Dia Bilang Gas, Ya Gas
-
Dulu Nangis Janji Tobat, Egi Fazri Si Vidi KW Muncul Lagi Nyanyikan Nuansa Bening
-
Anak Deddy Dores Jual Mata Rp350 Juta: Capek Hidup Begini
-
Cara Dapat Akses Nonton Film Pesta Babi: Gratis, Tapi Ada Minimal Penontonnya
-
Fakta Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Cuma Penerjemah dan Tinggal Menumpang di Rumah Mertua
-
Nyesek! Rayen Pono Merasa Berdosa Usai Nonton Film Pesta Babi: Ada Praktik Penjajahan di Papua