Suara.com - Firdaus Oiwobo kembali membahas aset miliknya berupa gunung serta tanah warisan peninggalan keluarga. Pengacara 48 tahun tersebut mengaku punya harta lebih dari Rp500 triliun yang diwariskan dari kakek buyutnya di Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Kampung saya di Bima, daratannya itu mengandung uranium, emas, tembaga, mangan, dan lain-lain. Ini menurut pernyataan ahli geologi. Satu kecamatan saja, nilai tanahnya Rp590 triliun, itu kalau emas. Kalau uranium, dikali seribu," kata Firdaus Oiwobo saat ditemui di gedung Mahkamah Agung, Gambir, Jakarta Pusat.
"Semua tanah-tanah di Sumbawa itu atas nama Sultan Bima. Wilayah kesultanan Bima yang dipimpin oleh kakek buyut saya, yang kesultanan Bima," ucapnya menyambung.
Saking banyaknya, Firdaus Oiwobo mengklaim harta yang dia dan keluarga miliki bisa digunakan untuk menghidupi masyarakat satu dunia selama seribu tahun.
"Jadi Rp500 ribu triliun dikali seribu. Itu bisa menghidupkan masyarakat dunia ini, di bumi ini, selama seribu tahun, kalau semua kecamatan itu diambil hasil buminya. Itu saking kayanya Bima," ujar Firdaus.
Pengacara Razman Arif Nasution tersebut juga membandingkan jumlah asetnya dengan kekayaan rivalnya, Hotman Paris. Menurut Firdaus, harta yang dimiliki Hotman sama sekali tidak bisa dibandingkan dengannya.
Dia bahkan mencibir Hotman Paris hanya seorang spesialis sawah sepetak.
"Hotman itu cuma sawah sepetak doang. Tanah aja kalah sama saya, apalagi gunung. Tidak ada apa-apanya. Hotman itu cuma punya ruko beberapa biji. Sama berlian yang dia pamerin, sama Lamborghini," ungkapnya.
"Kalau saya kan gunung, bagaimana? Mau disamakan sama saya? Tidak ada apa-apanya. Dia cuma sawah sepetak doang. Dan dia memang spesialis sawah sepetak, tidak bisa melawan saya," kata dia lagi.
Sebagaimana diketahui, Firdaus Oiwobo menjadi sorotan usai aksinya naik ke atas meja dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik Hotman Paris vs Razman Arif Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 6 Februari lalu.
Berita Terkait
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut
-
Dasco Damaikan Ketua PWI dan Hotman Paris, Laporan Polisi Dugaan Menghina Wartawan Bakal Dicabut
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat