Suara.com - Media sosial X tengah ramai dengan kasus penarikan lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' dari semua platform pemutar musik pada Kamis (20/1/2025). Lagu tersebut milik band punk wave asal Purbalingga, Sukatani.
Lagu Bayar Bayar Bayar disinyalir memicu provokasi lantaran liriknya mengandung kritikan keras terhadap intansi Polri.
"Mau bikin SIM, bayar polisi. Ketilang di jalan, bayar polisi. Touring motor gede, bayar polisi. Angkot mau ngetem, bayar polisi. Aduh, aduh, ku tak punya uang untuk bisa bayar polisi," bunyi intro lagu Bayar Bayar Bayar.
Imbasnya, dua personel band bernama asli Muhammad Syifa Al Luthfi alias Alectroguy sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel sebagai vokalis, harus meminta maaf secara terbuka.
Permintaan maaf Sukatani justru menimbulkan kericuhan di media sosial. Pasalnya, Alectroguy dan Twister Angel diduga mengalami intimidasi dari pihak terkait.
Kini, warganet beramai-ramai mempopulerkan tagar 'kami bersama Sukatani' yang dibubuhi kode angka 1312. Bahkan, musisi Baskara Putra alias Hindia turut meramaikan kode tersebut dalam cuitannya.
"Ada lagu udah mulai kena brendel. Sedih banget denger kabarnya. 1312," cuit Baskara.
Lalu, apa sebenarnya arti kode 1312 yang ramai di X?
Kode 1312 merupakan numerik dari akronim ACAB. Angka 1 melambangkan huruf 'A', 3 melambangkan 'C', dan 2 melambangkan 'B'. Sementara ACAB kepanjangan dari 'All Cops Are Bastards' atau 'Semua Polisi Adalah Bajingan'.
Jadi, ACAB atau kode 1312 merupakan simbol untuk menunjukkan antipati terhadap penegak hukum, atau slogan untuk mengekspresikan kritikan kepada oknum polisi yang berperilaku kasar atau tidak etis terhadap kaum lemah.
Slogan 'all cops are bastards' pertama kali muncul pada 1920-an di Inggris, yang kemudian disingkat menjadi ACAB pada 1940-an oleh para pekerja yang mogok.
Berdasarkan laman special-ops.org, frasa ACAB mulai populer pada 1980-an setelah band punk asal Inggris, 4 Skins, membuatnya menjadi judul lagu.
Pada Mei 2020, usai pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam, oleh polisi kulit putih Derek Chauvin, istilah ini mulai sering digunakan oleh para demonstran untuk menentang polisi. Ketika insiden ini terjadi, seluruh dunia juga ramai dengan gerakan 'Black Lives Matter'.
Berita Terkait
-
Andovi da Lopez Tanggapi Kasus Band Sukatani yang Diduga Diintimidasi: Jangan Bikin Lagu yang Membuat Rakyat Resah!
-
Band Sukatani Asal Purbalingga Tarik Lagu, Diduga Diintimidasi Polisi
-
Profil Band Sukatani, Viral Bikin Lagu soal Bayar Polisi Berujung Diduga Dipaksa Minta Maaf
-
Perjalanan Karier Danilla Riyadi, Rekan Duet Hindia di Lagu 'Jika'
-
Makin Lantang Kritik Kenaikan PPN, Baskara Putra Pajang Angka 12 Persen di Panggung
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis