"Dhani pasti bukan orang yang menelan mentah-mentah ajaran yang bilang bahwa tidak diterima seluruh ibadah seseorang bila tidak salat," tandas Sujiwo Tejo.
Dia percaya bahwa Dhani adalah pribadi yang kritis terhadap makna kata "salat" itu sendiri, yang bisa berarti ibadah ritual maupun doa.
Menariknya, Ahmad Dhani tidak menanyakan lebih jauh tentang bagaimana cara Sujiwo Tejo "salat."
"Bapaknya Al, El, dan Dul ini juga nggak menanyakan bagaimana cara 'salatku,' sehingga aku nggak perlu menjawab bahwa 'salatku' adalah.." ungkapnya.
Rupanya, salat menurut keyakinan Sujiwo Tejo bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga tercermin dalam tindakan sehari-hari.
"Selalu tepat waktu seturut jadwal," ujarnya, menyebutkan poin pertama "salat" menurut keyakinannya.
Kedua dan ketiga, menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dengan tidak bermain ponsel dalam acara yang telah dijadwalkan atau saat mendengarkan seseorang berbicara.
Sujiwo Tejo juga berusaha untuk tidak membenci siapa pun, karena menurutnya setiap orang adalah bagian dari dirinya sendiri.
Dalam kesehariannya, dia berusaha untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghargai setiap hal yang ada dalam kehidupan.
Baca Juga: Beda Kelas Ariel NOAH vs Ahmad Dhani: Kekayaan, Tarif Manggung, Pendidikan dan Karier
"Tidak menaruh (bukan membuang, karena tak ada yang boleh terbuang dalam hidup) sampah sembarangan," tulisnya.
Selain itu, dia juga tidak pernah mengklaim diri sebagai pencipta lagu dari 126 karyanya hingga saat ini, karena baginya pencipta sejati hanyalah Tuhan.
"Mencipta itu mengadakan sesuatu dari yang tidak ada, sedangkan aku cuma menulis/merangkai nada-nada/kata-kata yang sudah ada di dunia," jelasnya.
Agar tidak memicu kesalahpahaman, Sujiwo Tejo menekankan bahwa Ahmad Dhani tidak pernah menanyakan agama seseorang.
"Aku yakin Dhani juga nggak pernah menanyakan agama orang," ujarnya.
Dia pun mengutip penyair almarhum Joko Pinurbo yang berkata, "Bila kamu bertanya apa agamaku, agamaku adalah air yang membersihkan pertanyaanmu."
Keyakinan Sujiwo Tejo tentang "salat" sontak menuai pro kontra. Ada yang mengagumi pemikirannya tentang ibadah spiritual.
Namun tidak sedikit yang tak setuju, mengingat salah adalah ibadah wajib sekaligus tiang agama Islam.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Al Ghazali Diledek Manja, Didikan Ahmad Dhani Dibongkar El Rumi
-
Asisten Bantu Lipat Celana, Adab Al Ghazali Digunjing
-
Panas Ariel NOAH vs Ahmad Dhani soal Royalti, Penyanyi Ini Justru Banjir Pujian
-
Dikatai Kekanak-kanakan oleh Ahmad Dhani Terkait Hak Cipta, Reaksi Ariel NOAH Dipuji Berkelas
-
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Didoakan Berjodoh, Harapan Ahmad Dhani Bakal Terwujud?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah