3. Tiga Cewek Badung (1975)
Kembali membintangi film komedi, Titiek Puspa tampil sebagai salah satu dari tiga tokoh utama dalam "Tiga Cewek Badung" bersama Enny Haryono dan Deasy Arisandi.
Film ini mengisahkan petualangan tiga wanita muda yang mencoba berbagai pekerjaan mulai dari montir bengkel hingga pelayan restoran.
Karakter mereka yang ceroboh dan jenaka justru membawa kesuksesan tak terduga.
"Tiga Cewek Badung" memperlihatkan bakat komedi Titiek Puspa yang natural, sekaligus menjadi hiburan segar pada masa itu.
4. Inem Pelayan Sexy (1976)
Salah satu film paling ikonik di era 70-an ini mencatat kesuksesan besar dengan menjadi film terlaris di Jakarta pada 1977.
Disutradarai oleh Nya' Abbas Akup, "Inem Pelayan Sexy" menyindir kehidupan masyarakat kelas menengah atas yang tergantung pada para pelayan rumah tangga.
Titiek Puspa berperan sebagai bagian dari kisah lucu yang terjadi saat seorang direktur jatuh cinta pada pelayan rumah tangga.
Baca Juga: Potret Kenangan Titiek Puspa Bersama Lensois, Grup Musik Gagasan Soekarno
"Inem Pelayan Sexy" sarat kritik sosial tetapi dikemas dalam gaya komedi khas Indonesia.
5. Karminem (1977)
Titiek Puspa memerankan Karminem, seorang janda yang pulang kampung dan mencoba mengubah pandangan masyarakat desa terhadap seni musik.
Awalnya dicurigai dan ditolak, Karminem akhirnya mendapat apresiasi setelah berhasil melatih anak-anak desa tampil di pentas seni.
"Karminem" memadukan drama, komedi, dan kritik sosial dengan plot cerita yang menarik.
Karakter Karminem yang kuat, mandiri, dan berdedikasi mencerminkan citra yang kerap lekat pada sosok Titiek Puspa di kehidupan nyata.
6. Apanya Dong (1983)
Film terakhir dalam daftar ini mengangkat tema kehidupan sosial masyarakat urban dan hubungan antarpribadi yang kompleks.
Titiek Puspa berperan sebagai Pei-Pei, seorang wanita yang menjalin hubungan dengan Ho Liang, duda keturunan Tionghoa.
Cerita berkembang ke berbagai subplot yang penuh warna dan kelucuan, termasuk kisah cinta seorang pria tua dengan wanita yang gemar menjemur pakaian tanpa kutang.
"Apanya Dong" menjadi gambaran kehidupan masyarakat dengan latar budaya yang beragam, dibumbui dengan komedi yang menghibur.
Keenam film ini membuktikan bahwa Titiek Puspa adalah sosok serba bisa yang tidak hanya bersinar di dunia musik, tetapi juga di layar lebar.
Aktingnya mampu membawakan berbagai karakter, mulai dari tokoh antagonis, komedi, hingga drama penuh pesan moral.
Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak tergantikan dalam sejarah seni dan hiburan Indonesia.
Namun karya-karya Titiek Puspa akan terus hidup dan dikenang lintas generasi.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Anggun C Sasmi Kenang Momen Pertama Kali Kenal Titiek Puspa: Sedihnya Saya Hari Ini...
-
Temani Titiek Puspa Sampai Akhir Hayat, Inul Daratista: Eyang Cantik Sekali
-
Titiek Puspa Tutup Usia Kamis Sore, Ini Keistimewaan Meninggal pada Malam Jumat atau Hari Jumat
-
Perjalanan Spiritual Titiek Puspa Temukan Tuhan dalam Islam: Sempat Bertemu Bidadari
-
Inul Daratista Temani Titiek Puspa Sejak Malam Pertama di Rumah Sakit
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand