Selain membahas soal istri nusyuz atau durhaka, Alvon juga membahas soal tindakan Baim yang terlalu detail soal keuangan terhadap Paula.
“Nusyuz hanya satu dari permasalahan lain yang dikatakan. Dua, permasalahan keuangan, apakah seorang istri diwajibkan untuk membuat kuitansi,” ujar Alvon.
Fahmi Bachmid kembali membela kliennya dan mengatakan bahwa Paula berbuat curang dan tanpa sepengetahuan Baim telah mentransfer sejumah uang ke laki-laki lain.
“Di dalam putusan itu terungkap pertimbangannya istri mentransfer uang ke laki-laki lain yang bukan muhrimnya tanpa izin suami,” lanjutnya.
Fahmi juga membeberkan soal putusan perceraian yang telah terbukti secara sah soal alasan Paula disebut istri durhaka.
“Jadi pertimbangannya itu ada di halaman 105 secara menyeluruh. Salah satunya itu terbukti secara sempurna, seorang laki-laki di kamar dengan istri orang,” kata Fahmi.
Tak terima dengan pernyataan kuasa hukum Baim Wong, Alvon kembali menyela ucapan Fahmi Bachmid yang membuat suasana semakin panas.
“Anda jangan ngomong itu terus,” ujar Alvon.
Fahmi Bachmid memilih melanjutkan pernyataannya. Menurutnya bukti-bukti saat persidangan sudah sangat jelas hingga Paula dikatakan sebagai istri durhaka.
Baca Juga: Beda Komentar 3 Ahli Jiwa untuk Paula Verhoeven, Ada yang Merasa Miris
Dua bukti kuat Paula istri durhaka menurut Fahmi sesuai dengan apa yang ada di putusan perceraian, yakni berduaan dengan laki-laki yang bukan muhrim dan keluar rumah tanpa izin suami.
Selain itu Paaula juga dianggap tidak bisa menghargai suaminya yang sudah mati-matian mencari nafkah hingga ke luar negeri.
“Dia keluar, duduk sampai jam 4 subuh suaminya tidak tahu. Suaminya mencari nafkah di luar negeri mati-matian, istrinya berdua-duaan dengan laki-laki lain,” ujar Fahmi.
Adu argumen antara kuasa hukum Paula Verhoevem dan kuasa hukum Baim Wong itu berjalan alot.
Sementara itu Paula Verhoeven juga sudah mengambil langkah hukum dengan melaporkan hakim ke Komisi Yudisial (KY) atas dugaan pelanggaran kode etik.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Diperiksa Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Paula Verhoeven: Saya Cuma Talent Program Rumpi
-
Acha Septriasa Bahas Yellow Flag yang Sering Dianggap Sepele di Pernikahan
-
Suamiku Lukaku: Ketika 'Suami Idaman' Justru Menjadi Mimpi Buruk di Balik Pintu Rumah
-
Ulasan Film Suamiku Lukaku: Isu KDRT yang Diangkat dengan Sensitif dan Kuat
-
Paula Verhoeven Tunjukkan KTP Baru Berstatus Cerai Hidup
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Menguji Klaim Sudaryono, Benarkah Membandingkan Sekolah Rusak dengan MBG Tak Fair?
-
Gandeng Produser TWICE, Shi Shi Siap Go International Lewat EP 'The Taste Of...'
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen
-
Ironi Pajak vs Korupsi: Kemewahan yang Dibayar dari Keringat Rakyat
-
Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat