Suara.com - Rekaman Tsania Marwa menangis di depan rumah mantan suaminya, Atalarik Syach akibat tidak diperbolehkan masuk kembali beredar di media sosial di tengah kasus sengketa tanah.
Pada video lawas yang diunggah lagi oleh akun Instagram @rumpii_asiik pada Jumat, 16 Mei 2025, terlihat Tsania Marwa memakai baju biru garis-baris sedang menunggu di depan rumah Atalarik Syach.
Sang aktris mendatangi rumah mantan suami demi bertemu dengan kedua anaknya. Kala itu, pertemuan Tsania Marwa dengan anak-anaknya memang dipersulit oleh Atalarik Syach.
"2021, Tsania Marwa berjuang masuk ke rumah itu untuk bertemu dengan anak-anaknya," bunyi keterangan pada awal cuplikan video.
Tampak perempuan 34 tahun itu mondar-mandir seolah sedang menunggu seseorang. Dari latarnya, diduga Tsania Marwa tengah berada di pos satpam.
Ada pula cuplikan Tsania Marwa menangis di depan gerbang kayu. Sambil mengusap air matanya, pemain sinetron Putri yang Ditukar itu melongok ke dalam pagar.
"2025. Kini rumah yang memisahkan ibu dan anak itu dibongkar oleh pengadilan," bunyi keterangan lain di dalam video.
Memang terlihat rumah Atalarik Syach sudah dirobohkan. Hanya tersisa puing-puing serta dinding rusak yang masih berdiri.
Pada kolom komentar, banyak warganet mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Atalarik Syach sekarang merupakan karma atas perbuatannya terhadap Tsania Marwa.
Baca Juga: Bukan Atalarik Syach, Atilla Syach yang Bayar Kompensasi Tanah Sengketa
"Ngeri sekarang jalur langit, pembalasannya cepat kayak jalan tol. Naudzubillah minzalik, jangan coba-coba zalim," kata seorang warganet.
"Mungkin Tsania tidak mendoakan yang jelek, tapi Allah membalas dengan cara-Nya sendiri, biar merasakan apa rasanya dizalimi sama orang lain," imbuh warganet yang lain.
"Enggak bisa buka pintu karna dikunciin. Nah jalur langit, pintunya udah dihancurkan langsung terbuka," ujar warganet lainnya.
Diketahui, rumah Atalarik Syach di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini dirobohkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Cibinong akibat masalah sengketa tanah dengan Dede Tasno.
Eksekusi dilakukan sejak Kamis, 15 Mei 2025, tetapi sempat terhenti karena terkendala hujan.
Jumat, 16 Mei, pagi tadi kuasa hukum Dede Tasno dan pihak PN Cibinong kembali datang untuk merobohkan bagian rumah utama Atalarik.
Namun, Atalarik Syach berusaha menunda eksekusi dengan mengajukan negosiasi kepada pihak Dede Tasno. Pada akhirnya, sang aktor memutuskan untuk menyelamatkan sebagian tanah sengketa.
Mulanya, Dede Tasno mengajukan sengketa tanah seluas 5.800 meter persegi. Lalu, Atalarik Syach mau menyelamatkan 550 meter persegi dengan membayar uang kompensasi.
Melalui perhitungan harga tanah per meter yang telah disepakati yaitu Rp 1,5 juta, Atalarik Syach harus membayar sebesar Rp850 juta dengan uang muka atau DP Rp300 juta.
Atalarik Syach mengaku tidak sanggup untuk membayar Rp300 juta secara langsung hingga pada akhirnya ia merelakan mobilnya sebagai jaminan.
Pemain sinetron Cahaya Terindah itu yakin bahwa mobilnya bila dijual bisa laku hingga Rp200 juta.
Negosiasi jaminan ini sempat alot karena pihak Dede Tasno merasa keberatan dengan pengajuan tersebut. Mereka khawatir muncul masalah baru.
Setelah berbicara dengan keluarga, pada akhirnya Atalarik Syach menyanggupi untuk membayar DP terlebih dahulu dan sudah ditransfer sebesar Rp200 juta.
Lalu sisa Rp 550 juta akan dibayar secara bertahap dengan batasan waktu sekitar tiga bulan.
"Kesanggupan dari pihak Atalarik dia bisa kasih hari ini, saya sempet bilang jam 11.00 kita menunggu transferan, akhirnya barusan sudah tapi baru 200 juta. Kita nunggu (100 juta) hari ini juga," sambung Eka Bagus Setyawan.
"Jadi kesanggupan dia bayar Rp300 juta dulu, habis itu dia termin selama beberapa bulan, tiga bulan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Atalarik Syach, Atilla Syach yang Bayar Kompensasi Tanah Sengketa
-
Rumah Dibongkar Paksa Pengadilan Dianggap Karma Usir Tsania Marwa, Atalarik Syach Ngakak
-
Rumah Atalarik Syach Dibongkar, Warganet Singgung Karma atas Tsania Marwa yang Diusir dari Rumah
-
Rumah Atalarik Syach Dibongkar Dikaitkan Karma, Paula Verhoeven Diminta Sabar Seperti Tsania Marwa
-
Sengketa Tanah Atalarik Syach vs Dede Tasno Berakhir Damai, Ada Kesepakatan Rp850 Juta
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Davina Karamoy Pacaran dengan Ardhito Pramono? Foto Disensor Bikin Heboh!
-
Rezky Aditya Buka Monarch Padel Court di Pejaten, Siap Jadikan Padel Gaya Hidup Modern
-
Pemeran Figuran ini Diduga Ceritakan Sikap Asli Nikita Willy di Lokasi Syuting: Belagu Banget!
-
Konser di NICE PIK 2, Westlife Sebut Indonesia jadi Rumah Kedua
-
Insanul Fahmi Tuduh Ada Dalang, Konflik dengan Inara Rusli dan Mawa Diklaim Cuma Settingan
-
Habib Jafar Isyaratkan Onadio Leonardo Balik ke Podcast Login Usai Bebas Rehabilitasi
-
Taqy Malik Buka Suara soal Tudingan Mark Up Wakaf Alquran, Ajak Randy Permana Tabayyun
-
Drama Keluarga Sarat Emosi, Film Titip Bunda di Surga-Mu Sentuh Luka Antar Generasi
-
Sinopsis Film Asrama Putri, Samuel Rizal Simpan Rahasia Kelam di Balik Teror Mahasiswi Bogor
-
Bukan Sekadar Kumpulan Single, HIMM Sajikan Narasi Emosional Lewat Album 'Selamanya'