"Tuhan berkata lain ya," ucap Deddy Corbuzier.
"Alhamdulillah, jawab Ustaz Yahya Waloni.
Selain gerd, ustaz Yahya Waloni juga memiliki penyakit jantung. Bahkan karena penyakit tersebut, ia harus mengonsumsi belasan obat.
"Sakit, obat saya sampai 17 macam," kata Ustaz Yahya Waloni.
Bahkan hingga obrolan tersebut diunggah Deddy Corbuzier di 2022, ustaz Yahya Waloni mengaku masih mengonsumsi obat-obatan tersebut.
"Sampai sekarang," kata ulama yang dulunya pendeta tersebut.
Deddy Corbuzier penasaran, penyakit apa yang menyebabkan Ustaz Yahya Waloni mengonsumsi belasan obat tersebut.
"Ini apa? Pembengkakan jantung?" tanya Deddy Corbuzier.
"Jantung saya lepas, jantung sudah nggak ada," kata ustaz Yahya Waloni.
Baca Juga: Sebelum Meninggal saat Khutbah, Ustaz Yahya Waloni Konsumsi 17 Jenis Obat di Penjara
Tapi ustaz Yahya Waloni tidak mau ketergantungan obat. Ia mencoba mencari alternatif lain.
"Saya cuma jalan-jalan, satu, dua hari insya Allah sehat," katanya.
Beberapa tahun setelah obrolan tersebut, publik dikejutkan dengan kabar duka. Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat sedang berkhutbah.
Belum diketahui apa penyebab Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia. Walaupun saat jatuh di mimbar, ia sempat dibawa ke rumah sakit.
Namun nyawa Ustaz Yahya Waloni tidak bisa diselamatkan. Ia meninggal dunia dan segera dimakamkan.
Kabarnya, Ustaz Yahya Waloni akan dimakamkan di Jakarta. Namun belum ada informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Memiliki nama asli Yahya Yopie Waloni, Ustaz Yahya Waloni lahir di Kota Manado, Sulawesi Utara pada 30 November 1970.
Ustaz Yahya Waloni lahir di tengah-tengah keluarga Minahasa yang taat pada agama Kristen.
Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Ustaz Yahya Waloni pernah menjabat sebagai Ketua atau Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong tahun 1997-2004.
Sebelum mualaf, ustaz Yahya Waloni terdaftar sebagai pendeta pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.
Terkait proses mualaf, Ustaz Yahya bersama istri memeluk Islam secara sah pada Rabu, 11 Oktober 2006, Pukul 12.00 Wita melalui tuntutan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli, Komarudin Sofa.
Berita Terkait
-
Respons Tenang Dokter Richard Lee Setelah Sertifikat Mualaf Dicabut
-
Respons Ustaz Derry soal Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry: Ghibah Lebih Besar Dosanya!
-
Inara Rusli Klaim Janda Tak Wajib Wali Nikah, Ini Kata Ustaz Derry Sulaiman
-
Inara Rusli Sebut Janda Tak Wajib Pakai Wali Nikah, Ustaz Derry Sulaiman: Tidak Sah Hukumnya!
-
Tanpa Lepas Cadar, Wardatina Mawa Jadi Brand Ambassador Benings Clinic Milik Dr. Oky Pratama
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal