Raja Ampat yang dengan sebutan Islands of the Four Kings adalah destinasi impian para traveler dunia ini juga pernah dijadikan latar hingga bintang utama dalam film dokumenter dan sinema berskala Internasional.
Sayangnya sekarang Raja Ampat tengah disorot bukan karena keindahannya tapi karena aktivitas penambangan nikel yang akhirnya terkuak. Setelah banyak protes dan kritik 4 izin dari perusahaan tambang memang dicabut.
Tapi bukan berarti perjuangan melindungi alam Raja Ampat usai melainkan tetap harus terus menjadi perhatian.
Pasalnya Raja Ampat adalah rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan. Inilah yang menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah laut paling kaya di bumi.
Untuk mendukung kelestarian dan kesadaran akan pentingnya menjaga Raja Ampat serta alam, berikut adalah film berlatar Raja Ampat yang wajib ditonton.
1. The Wild Brothers: Islands of the Four Kings (2021)
Film berlatar Raja Ampat yang pertama dalam daftar ini adalah The Wild Brothers: Islands of the Four Kings.
Film ini merupakan dokumenter dari empat bersaudara Morgan, Hudson, Kian, dan Asher Wild yang diproduksi oleh Wild Brothers TV / Answers in Genesis.
Disajikan sebagai petualangan keluarga dengan pendekatan religius dan kultural.
Baca Juga: Aksi Spektakuler! Daftar Film Action yang Bikin Jantung Berdegup Kencang
Mereka meninggalkan kenyamanan hidup modern untuk menjelajah dunia liar Raja Ampat.
Lewat sudut pandang anak-anak misionaris ini, penonton diajak menyusuri hutan tropis, menyelam di laut jernih, dan bertemu penduduk lokal yang masih memegang teguh budaya leluhurnya.
Mereka tak hanya menemukan keajaiban alam, tapi juga pelajaran tentang kepercayaan, tradisi, dan semangat petualangan yang sederhana namun menyentuh hati.
Film ini membawa nuansa kekeluargaan dan spiritualitas dalam balutan keindahan alam Papua yang memukau.
2. Magical Reef: The Islands of the Four Kings (2020)
Disutradarai oleh Stephan Stahl dan tersedia di Apple TV, Magical Reef: The Islands of the Four Kings akan mengajak penonton menelusuri dunia bawah laut yang magis di kepulauan Raja Ampat.
Lewat footage berkualitas tinggi, dokumenter ini menangkap keindahan karang, gerombolan ikan warna-warni, dan lanskap bawah laut yang menyerupai lukisan hidup.
Tak hanya indah, film ini juga menyuarakan pentingnya konservasi, menunjukkan bagaimana kehidupan laut terancam oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia. Sebuah sajian yang membius mata dan mengetuk nurani.
3. The Guardians of Raja Ampat (2014–2015)
Film dokumenter berdurasi sekitar 68 menit ini diproduksi oleh Conservation International bersama Shawn Heinrichs & John Weller, pemenang Oris Sea Hero of the Year.
The Guardians of Raja Ampat menyoroti perjuangan sekelompok masyarakat lokal yang tak kenal lelah menjaga alam dan kejernihan mereka.
Mereka adalah penjaga kawasan konservasi laut yang melawan praktik penangkapan ikan ilegal, merawat kawasan lindung, dan menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
The Guardians of Raja Ampat bukan hanya memamerkan keindahan, tapi juga mengangkat kisah-kisah nyata dari ujung timur Indonesia yang jarang terdengar.
4. Journey to the South Pacific (2013)
Film IMAX 3D ini mengikuti kisah seorang anak bernama Jawi yang menjelajah perairan Raja Ampat dengan kapal edukatif Kalabia.
Bersama para pelestari laut, Jawi mengenal spesies laut langka seperti hiu paus dan pari manta, serta belajar pentingnya menjaga terumbu karang.
Lewat tampilan sinematik yang cantik Journey to the South Pacific mengajak penonton menyelam bersama kehidupan laut Raja Ampat yang kaya warna, sekaligus menyisipkan pesan mendalam tentang pendidikan dan konservasi.
Sebuah perpaduan magis antara realita dan harapan untuk masa depan lautan.
5. Planet Ocean (2012)
Lalu ada Planet Ocean yang merupakan dokumenter berskala global garapan Yann Arthus-Bertrand.
Film ini menawarkan pemandangan menakjubkan dari atas dan bawah laut, mengajak penonton menyadari betapa rapuhnya ekosistem yang menopang kehidupan manusia.
Raja Ampat menjadi representasi harapan, oasis biru yang mengingatkan dunia tentang pentingnya mencintai dan melindungi lautan. Serta menyoroti tentang bagaimana hubungan manusia dan laut dengan penyampaian yang memukau.
6. Edis Paradies 3
Kemudian ada Edis Paradies 3 sebuah dokumenter produksi Avant Premiere dan diputar perdana di Swiss. Dokumenter ini menjadikan Raja Ampat sebagai bintang utama dari ‘surga bawah laut.’
Lewat visual memikat dan musik yang menenangkan, film ini memperlihatkan warna-warni kehidupan bawah air yang tak tergantikan.
Lewat dokumenter ini penonton bisa melihat betapa kayanya alam bawah laut Raja Ampat. Film ini pun menjadi inspirasi banyak penyelam dan pecinta alam dari seluruh dunia.
7. Ekspedisi Wallacea Raja Ampat (EXPEDITION – Metro TV)
Kali ini giliran media Indonesia yang mengadakan ekspedisi ke Raja Ampat.
Tepatnya pada awal tahun 2000-an, Metro TV bersama para peneliti dan jurnalis menyusuri wilayah Wallacea, zona transisi antara Asia dan Australia yang kaya biodiversitas.
Salah satu titik terpenting dari ekspedisi ini adalah Raja Ampat. Dengan gaya reportase yang informatif namun tetap menggugah, dokumenter ini menampilkan kekayaan laut, budaya lokal, dan interaksi antara manusia dan alam.
Tidak hanya menyuguhkan pemandangan bawah laut, film ini juga membawa narasi eksploratif khas jurnalistik, membuka mata penonton akan pentingnya riset dan pelestarian alam di kawasan paling timur Indonesia.
Itulah film-film yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan Raja Ampat, Islands of the Four Kings.
Sayangnya kini keindahan yang ditampilkan film-film tadi terancam dengan adanya ekspansi tambang nikel yang mulai merambah Papua Barat.
Penambangan nikel memiliki potensi besar dalam merusak ekologis di kawasan konservasi yang telah dijaga dengan susah payah selama ini.
Kontributor : Safitri Yulikhah
Berita Terkait
-
Cabut Empat IUP Nikel di Raja Ampat, Prabowo Disebut Responsif
-
5 Fakta Menarik Tak Ingin Usai di Sini, Film Comeback Vanesha Prescilla
-
Review Film Your Eyes Tell, Cinta Tulus yang Hadir Tanpa Suara
-
Menteri LH: Ada Potensi 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat Dipidana
-
Sinopsis Bring Her Back, Karya Sutradara Film Talk To Me
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bukti Cinta, DJ Bravy Bikin Tato Wajah Anak Erika Carlina
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
Cindy Rizky Aprilia Diduga 'Jual' Jadwal Jaga Malam, Demi ke Jepang Bareng Suami Maissy?
-
Midnight Diner Masih Ada di Netflix, Tontonan Peredam Stres Sehabis Kerja
-
Gebrakan Iva Deivanna: Dari Panggung Musik, Kini Siap Taklukkan Layar Lebar lewat 2 Film Sekaligus
-
Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Dibuang ke Panti Jompo setelah Besarkan Anak, Kisah Pilu Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu
-
Freelance: Upaya John Cena Selamatkan Karier dan Nyawa di Tengah Kekacauan, Sahur Ini di Trans TV