Suara.com - Film Hotel Sakura yang dibintangi Clara Bernadeth siap tayang di bioskop mulai 10 Juli 2025. Jelang penayangannya, sang sutradara, Krishto Damar Alam berbagi cerita soal proses pembuatan film.
Mengingat ini adalah film horor, Krishto Damar Alam juga merasakan hal mistis dalam pembuatannya. Salah satunya hadir saat ia berada di kamar set untuk Taskya Namya, pemeran Nida.
"Jadi kamar yang ditempatin Kya itu, ada rambut keluar dari tembok. Padahal tembok itu baru dicat (untuk keperluan syuting). Makin hari makin tambah," kata Krishto Damar Alam saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 Juni 2025.
Taskya Namya juga mengatakan, hotel yang ditempati untuk syuting, cukup membuatnya merinding. Walaupun tidak sampai memberikan gangguan terhadap artis 31 tahun ini.
"Karena kita harus menceritakan apa yang ada di hotel pada lokasi syuting, jadi lumayan merinding sebenarnya," tutur Taskya Namya.
Kembali pada Krishto Damar Alam, sineas yang juga duduk bersama Rudy Soedjarwo menggarap film ini juga menemukan keanehan lain. Di proses editing, ia merasa ada seseorang yang sedang mengintip dari balik pintu.
"Jadi di ruangan kayak gini, lagi ngedit. Kan kalau lagi playback, terus kita setop, layar monitornya akan clear ya, jadi bisa melihat refleksi yang ada di belakang. Terus di belakang, 'aduh apaan itu?'," ujarnya
Krishto Damar Alam spontan bertanya kepada kru mengenai sosok yang baru saja ia lihat. Salah satu diantaranya kemudian dengan santai bilang, "Di sini memang sering mas. Lagi ngedit begini, dia sering nongol."
Sebelum tiba pada proses syuting, Krishto Damar Alam menjabarkan secara detail alasannya membuat fim Hotel Sakura. Berawal saat ia, bersama Rudy Soedjarwo dan penulis mereka, Upi Avianto tengah mencari ide cerita.
Baca Juga: Siapa Taskya Namya? Aktris yang Dapat Roncean Melati Luna Maya
"Kita riset dan ada ide mengangkat cerita dari sebuah hotel yang katanya horor, tapi belum pernah diangkat," tutur Krishto Damar Alam saat datang ke kantor Suara.com kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 Juni 2025.
Menggunakannya jasa paranormal, para sineas ini mulai mengatur plot cerita. Sampai kemudian, mereka datang ke hotel tersebut dan menemukan cerita yang lebih detail.
"Benar nggak sih apa yang disebutkan? Ternyata benar, di setiap sudut itu ada," kata sang sutradara.
"Di depan itu ada anak kecil rambut panjang dan selalu rukuk, terus di tengahnya ada ibu-ibu pakai baju Jawa, di atasnya lagi ada anak kecil yang sering naik turun tangga, ada perempuan yang bunuh diri dan di luar sering kelihatan," imbuhnya.
Tapi diantara sejumlah kemunculan mereka yang tak kasat mata, Krishto Damar, Rudy Soedjarwo dan Upi Avianto menemukan kisah menarik.
"Hotel ini kan hotel tua dari zaman Belanda, Jepang, kami kemudian mengambil background cerita tentang zaman penjajahan Jepang," ungkap Krishto Damar.
Menggunakan mediator, cerita soal sebuah keluarga Jepang yang dibantai di hotel tersebut pun muncul.
"Jadi ada banyak tentara Jepang yang nggak mau pulang, keluarga itu kemudian dibantai. Ada ibu dan anak, di situ sayangnya ibu ke anak, anak ke ibu, membuat ceritanya lebih kental," beber sang sutradara.
Berita Terkait
-
Baru Sadar, Taskya Namya Tunjukkan Tingkah Tak Biasa di Proses Syuting Film Hotel Sakura
-
Bintangi Film Horor Hotel Sakura, Taskya Namya Malah Deg-degan Kendarai Mobil Tua
-
Tayang 10 Juli, Film Hotel Sakura Angkat Kisah Nyata Hotel Seram di Semarang
-
Sebelum Nikah, Maxime Bouttier Ternyata Sudah Beri 'Nafkah' untuk Luna Maya
-
Kesan Pertama Perkenalan Luna Maya dan Maxime Bouttier Diungkap Taskya Namya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono