Suara.com - Sosok Agam Rinjani masih menjadi perbincangan hangat atas usahanya dalam menyelamatkan Juliana Marins, bule asal Brazil yang jatuh dan tewas di jurang Gunung Rinjani.
Kali ini, Agam Rinjani hadir sebagai tamu di podcast Denny Sumargo. Pemandu gunung sekaligus relawan vertical rescue tersebut membagikan cerita lengkap soal proses evakuasi jenazah Juliana Marins.
Agam lalu mengisahkan kondisi mengerikan yang dia temui saat berhasil menjangkau tubuh Juliana di dasar jurang. Menurutnya, perempuan 26 tahun tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan luka sangat parah.
"Dia begini, patah kaki, patah-patah semua. Di sini (kepala) kebelah, retak, karena semua batu. Sepatunya sudah copot, kalungnya lepas, sudah mati di tempat," kata Agam kepada Denny Sumargo.
Agam juga membandingkan kondisi Juliana dengan pendaki lain yang pernah dia evakuasi sebelumnya, termasuk seorang bule asal Israel yang meninggal dunia di puncak Rinjani akibat jatuh dari ketinggian beberapa tahun lalu.
"Sudah hancur banget, sudah enggak seperti bule Israel. Kalau bule Israel itu bubar otaknya, yang di puncak, jatuh," ujar Agam.
Meski luka Juliana tergolong sangat parah, Agam menyebut saat pertama kali ditemukan di kedalaman sekitar 200 meter, Juliana diduga masih dalam keadaan hidup.
Hal tersebut diketahui dari temuan senter yang masih menyala dan video yang beredar yang menunjukan Juliana masih hidup.
"Masih hidup (di 200 meter), karena masih bisa pakai senter. Iya (belum pecah kepalanya). Karena memang kalah jatuh di situ paling lecet-lecet, keseleo, atau patah, iya (masih pasir halus)," kata Agam.
Baca Juga: Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!
Agam Rinjani dan Denny Sumargo juga berasumsi bahwa Juliana Marins sempat berusaha bergerak, kemungkinan mencoba naik kembali ke atas.
Namun usaha tersebut justru berujung pada jatuhan kedua dan ketiga, hingga akhirnya tubuh Juliana meluncur ke kedalaman 400 meter lalu sekitar 800 meter, tempat dia akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
"Dia bergerak, meluncur ke bawah. Darah semua di bawah sudah. Iya, yang terakhir, mungkin (terpeleset)," tutur Agam.
Podcast tersebut mendapat respons besar dari publik. Banyak yang memuji keberanian Agam dalam memaparkan kronologi secara jujur dan detail, meski harus mengingat kembali pengalaman traumatis di jalur ekstrem Rinjani. Tak sedikit pula warganet yang kembali mengapresiasi dedikasi Agam sebagai relawan evakuasi.
Sebagai informasi, Juliana Marins adalah turis asal Brasil yang mengalami kecelakaan fatal saat mendaki Gunung Rinjani pada Jumat, 21 Juni 2025.
Dia diduga terpeleset saat turun dari jalur Cemara Nunggal dan jatuh ke jurang sedalam ratusan meter. Dalam beberapa jam setelah kejadian, drone mendeteksi keberadaannya, dan Juliana diyakini masih hidup di kedalaman awal.
Namun medan yang curam, cuaca berkabut, dan keterbatasan akses membuat proses evakuasi terhambat.
Tim SAR gabungan dibantu oleh relawan seperti Agam Rinjani terus menyisir lokasi hingga akhirnya jenazah Juliana ditemukan dalam kondisi tak utuh pada 24 Juni 2025 dan berhasil dievakuasi ke atas keesokan harinya.
Agam Rinjani sendiri dikenal sebagai pemandu gunung berpengalaman sekaligus relawan vertical rescue yang telah puluhan kali mengevakuasi korban di Rinjani.
Namanya mendunia setelah aksi heroiknya menuruni jurang untuk mengevakuasi jenazah Juliana Marins secara manual, tanpa bantuan helikopter.
Di Brasil, Agam dijuluki pahlawan dan mendapat ribuan ucapan terima kasih lewat Instagram, menuju sekitar 1,6 juta pengikut.
Adapun atas jasanya, warga Brasil menggalang donasi untuk Agam dan kini sudsh terkumpul sebesar ~451.000 real atau sekira Rp1,3-1,5 miliar, digunakan untuk pengadaan alat SAR dan program reboisasi di Rinjani.
Namun Agam menegaskan, dia tidak meminta donasi dan dana tersebut akan dikelola untuk kepentingan tim, bukan pribadi.
Tag
Berita Terkait
-
Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!
-
Sisi Lain Agam Rinjani, Pernah Habiskan Rp 367 Juta Buat Hidup Mewah di Bali
-
Lagi di Jakarta saat Juliana Marins Jatuh, Agam Rinjani: Kalau Saya di Sana Mungkin Selamat
-
Ira Wibowo Kenang Medan Berat Gunung Rinjani, Akui Sempat Terpeleset di Trek Berpasir dan Berbatu
-
Ira Wibowo Apresiasi Tim Penyelamat Pendaki Brasil di Rinjani, Sentil Netizen Asal Bicara Nyinyir
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami
-
Profil Jacob Elordi: Idola Remaja Netflix Menjelma Jadi Ikon Baru Hollywood
-
Paula Verhoeven Curhat di Medsos, Beri Sinyal Sulit Bertemu Anak
-
Haru! Siswi MTs Minta Menu Spesial MBG untuk Kado Ultah Ayah
-
Cerita Kehilangan Ibu, Raisa Dapat Pelukan Hangat dari Josh Groba di Atas Panggung
-
Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
-
Review Konser Josh Groban di Jakarta: Suguhan Megah 'Hidden Gems' di Momen Valentine
-
Anak Minta Menginap, Paula Verhoeven Singgung Izin Baim Wong: Keputusan Ada di Satu Pihak
-
Chiki Fawzi Mendadak Dicopot dari Petugas Haji 2026, Ikang Fawzi: Bukan Sedih, Saya Tersinggung
-
Momen IShowSpeed Antusias Sambut Ramadan, Ajak Sang Adik Untuk Ikut Puasa