Suara.com - Sebuah rekaman video yang berisi pernyataan terakhir Gusti Irwan Wibowo, atau akrab disapa Gustiwiw, mengguncang publik.
Diunggah oleh kanal YouTube Kedubes pada 6 Juli 2025, video tersebut merupakan pesan yang direkam sebulan sebelum ia meninggal dunia. Kanal tersebut merupakan sebuah platform yang menayangkan program podcast yang dipandu Gustiwiw dan Nehru.
Dalam pernyataannya, Gustiwiw menyampaikan kritik tajam dan keprihatinan mendalam terhadap arah bangsa Indonesia yang dianggapnya semakin melenceng dari cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Gustiwiw membuka pesannya dengan nada getir, memperkenalkan dirinya bukan sekadar sebagai individu, melainkan representasi dari kondisi bangsa yang ia amati.
"Saya, Gusti Irwan Wibowo. Di hari yang mantap ini, saya sebagai perwakilan diplomatik dari sebuah bangsa yang kian menjauh dari dasar-dasar dan nilai-nilai bangsa," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah akumulasi dari kegelisahan yang telah lama dipendam dan kini tak bisa lagi dibendung.
"Kekhawatiran saya akhirnya sampai pada titik ini. Semuanya semakin jelas. Kita telah jauh dari niat awal kemerdekaan bangsa," keluh Gustiwiw.
"Ketika itu, para pejuang bangsa telah menunjukkan bagaimana cara mengelola sebuah negeri yang sangat kaya ini. Namun seiring berjalannya waktu, kemelencengan terus terjadi dan menjadi suatu hal yang biasa," imbuhnya.
Sorotan paling tajam dalam kritik Gustiwiw ditujukan pada isu lingkungan. Ia mengingatkan kembali peran vital Indonesia di mata dunia sebagai salah satu penopang kehidupan global.
Baca Juga: Pesan Emosional Kunto Aji ke Mendiang Gustiwiw di Hari Perilisan Album Terakhirnya
"Indonesia adalah salah satu dari tiga negara yang menjadi paru-paru dunia bersama Brazil dan juga Kongo. Hutan di negeri ini adalah pemeran utamanya. Seluruh dunia bergantung kepada bangsa kita," tegasnya.
Namun, Gustiwiw menyayangkannya dengan sikap apatis bahkan destruktif yang terjadi di dalam negeri.
Kalimatnya menohok, menyiratkan adanya pembiaran yang disengaja demi keuntungan sesaat.
"Tapi, kita diam saja ketika hutan-hutan kita ditebang, dibakar, diambil sumber-sumber kekayaannya, dihancurkan demi keserakahan dan kekuasaan sesaat. Kita dibuai, bahkan menikmati kehancuran bangsa kita sendiri," cibir Gustiwiw.
Menurut Gustiwiw, perusakan alam ini berakar pada lunturnya nilai-nilai yang diwariskan para leluhur. Ia membandingkan kearifan masa lalu dengan keserakahan masa kini.
"Turun-temurun, leluhur kita selama berabad-abad menjaga ekosistem Tanah Air agar tetap seimbang dan proporsional. Leluhur kita menikmati hasil alam tanpa merusak ekosistemnya," papar Gustiwiw.
Berita Terkait
-
Inilah 10 Tokoh Paling Dicari di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
-
Synchronize Fest 2025 Umumkan Line-up Spesial: Tribute untuk Gustiwiw & Ricky Siahaan Jadi Sorotan
-
Tribute to Gustiwiw, Salah Satu yang Spesial di Synchronize Festival 2025
-
Rayakan Satu Dekade, Synchronize Fest 2025 Siap Guncang dengan 147 Musisi Lintas Generasi
-
Lewat Sang Adik, Gustiwiw Akhirnya Melamar Deandra Nadira
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba