Roger Ebert, seorang kritikus ternama, mengakui pesona Chan dengan menyatakan, "Dia sangat disukai sehingga jika Anda membiarkannya, dia akan memikat Anda."
Film ini memberikan Chan lebih banyak kesempatan untuk memamerkan kebolehannya dibandingkan beberapa film Amerika-nya yang lain pada saat itu, dengan beberapa set aksi yang mengesankan, termasuk kejar-kejaran seru di jalanan Dublin.
Adegan-adegan kecil di mana Jackie Chan dengan lincah melompati gerbang atau menyelinap di antara kontainer pengiriman sering kali terasa lebih otentik dan mengagumkan daripada pertarungan besar yang didukung CGI.
Namun, di sisi lain, film ini dikritik keras karena ketergantungannya pada efek visual dan wire-fu (adegan pertarungan dengan bantuan kawat).
Ketergantungan ini memungkinkan "Jackie Chan yang menua untuk lebih bersandar pada kawat dan efek khusus dan mengurangi aksi yang mempertaruhkan leher."
Para kritikus juga menyoroti kelemahan fundamentalnya. Film ini digambarkan dikelilingi oleh "lubang pembuangan dari plot yang tidak masuk akal, penceritaan yang tidak dapat dipahami, dan karakter-karakter yang sekokoh semen basah."
Nada film ini terasa canggung, tidak sepenuhnya terasa seperti film Hong Kong maupun film Amerika, melainkan sebuah "versi yang dilemahkan dan campur aduk dari gaya kedua negara."
Warisan Aneh Sebuah Eksperimen
Meskipun plotnya dianggap tidak masuk akal dan sering kali kacau, elemen komedi yang dibawakan oleh Lee Evans sebagai Arthur Watson menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Baca Juga: Review Transporter 3, Film Laga Jason Statham Tayang Malam Ini di Trans TV
Karakternya yang lebih mirip Johnny English daripada James Bond berhasil menyuntikkan humor segar, dan seorang pengulas mencatat bahwa dihadapkan pada pilihan antara lucu dan dapat dipercaya, "The Medallion benar untuk memilih lucu."
Pada akhirnya, The Medallion dikenang sebagai sebuah eksperimen yang menyenangkan namun gagal.
Film ini adalah tontonan ringan yang, meskipun tidak akan memenangkan penghargaan untuk naskah terbaik, tetap menular dengan rasa senang berkat kehadiran Chan di layar.
Roger Ebert menyimpulkannya dengan baik: "Saya tidak ingin melihatnya dua kali, tetapi saya suka melihatnya sekali."
Berita Terkait
-
Review Transporter 3, Film Laga Jason Statham Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Final Trailer La Tahzan Bikin Penonton Emosi, Tamparan Marshanda ke Ariel Tatum Bikin Merinding
-
Cuitan Timo Tjahjanto Bikin Film Sore: Istri Dari Masa Depan Terancam Ditinggal Penonton
-
Tembus Skor Sempurna, Ini 5 Fakta Menarik Film 'Sore' yang Disebut Gabungan Film Papan Atas Dunia
-
Kamu Berani Nonton? Ini 10 Film Sekte Sesat yang Paling Mengganggu Pikiran
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Anak-Anak CBI Hidupkan Drama Musikal The Addams Family, Bawa Standar Walt Disney
-
Kim Myungsoo Bikin Jakarta Meleleh di Fancon Solo, Panggil Fans Sayangku hingga Joget Kicau Mania
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda