Suara.com - Komika Oki Rengga bukan hanya dikenal dengan pribadi yang kocak. Di beberapa momen, bintang film Agak Laen ini sering tersulut emosi.
Karena itu, Oki Rengga berusaha mengendalikan emosi. Bahkan demi mengelola emosi tersebut, sang komika sampai membutuhkan tenaga profesional.
Oki Rengga menerangkan, sifat pemarahnya sudah sampai pada tahap yang mengganggu, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
"Eh tapi jujur aku tuh lagi... ini faktanya aku tuh lagi pengobatan Anger management, sedang hipnoterapi. Iya, (emosi marahnya) mengganggu," ungkap Oki Rengga dikutip dari kanal YouTube Noice pada Selasa, 29 Juli 2025.
Pemicu utamanya ternyata adalah sang istri. Oki Rengga merasa iba melihat istrinya kerap menjadi sasaran dari ledakan emosinya.
Meski begitu, keputusan untuk berobat ini murni datang dari kesadaran dan keinginan dirinya sendiri, bukan atas paksaan dari sang istri.
"Nggak, (keinginan) sendiri," tegasnya.
Titik balik yang membuatnya benar-benar sadar untuk mencari bantuan profesional adalah ketika ia melihat kondisi istrinya setelah terjadi sebuah permasalahan. Rasa kasihan itulah yang menjadi pendorong terkuatnya.
"Iya, kasihan aja aku ngelihat," ucapnya singkat.
Baca Juga: Pergoki Pemain Timnas Indonesia Merokok, Oki Rengga: Nggak Panjang Karir Kau!
Selain karena sang istri, ada kekhawatiran yang lebih besar dalam diri Oki Rengga, yaitu dampak buruk temperamennya terhadap sang anak, Arthur. Ia takut jika amarahnya yang tak terkendali secara tidak sengaja terluapkan kepada putranya.
"Ya takut, takut, takut. aku takut, enggak sengaja ngebentak atau apa. Imbasnya ke Arthur," tutur komika asal Medan tersebut.
Setelah menjalani terapi selama beberapa waktu, Oki Rengga merasakan adanya perubahan positif dalam dirinya. Ia mengaku kini menjadi pribadi yang jauh lebih sabar dalam menghadapi situasi yang memancing amarah.
"Ada lah. Jadi lebih sabar. Dulu itu aku kalau lagi enggak suka, ku buka kaca, ku marah-marahi dia di depan matanya. Sekarang tuh ku tutup kacanya, aku marah dari dalam," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kematian Gustiwiw Dibercandain, Rigen Rakelna hingga Praz Teguh Ngamuk
-
Geram Gegara Bung Towel Ejek Shin Tae-yong, Oki Rengga: Kau Bukan Siapa-Siapa
-
Oki Rengga Serang Bung Towel, Eks Timnas Indonesia Ikutan Memaki
-
Staf Pelatih Mentereng Bikin Oki Rengga Pede Patrick Kluivert Bisa Bawa Indonesia ke Piala Dunia
-
Shin Tae-yong Dipecat PSSI, Andre Taulany Bikin Orang Semakin Kesal Gegara Hal Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas