Suara.com - Alunan musik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menyantap semangkuk mie pedas di gerai Mie Gacoan yang selalu ramai.
Namun, di balik daftar putar lagu yang menghibur para pelanggan itu, tersimpan sebuah sengketa hukum sengit yang menyeret manajemennya, PT Mitra Bali Sukses, ke ranah pidana.
Perseteruan dengan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Selmi terkait pembayaran royalti ini bahkan sampai menyeret direkturnya menjadi tersangka.
Kini, setelah melalui drama panjang, babak baru telah dimulai.
Kedua pihak telah mencapai kesepakatan damai bernilai miliaran rupiah yang dimediasi langsung oleh negara. Bagaimana perseteruan ini bermula dan berakhir dengan damai?
Berikut adalah rangkuman 5 fakta penting di balik akhir drama royalti Mie Gacoan.
1. Awal Mula Sengketa
Jalan menuju perdamaian ini tidaklah mulus. Sengketa bermula ketika LMK Selmi menuding gerai-gerai Mie Gacoan di bawah naungan PT Mitra Bali Sukses (MBS) memutar lagu secara komersial tanpa membayar royalti.
LMK Selmi mengklaim telah menempuh jalur persuasif dengan mengirimkan pemberitahuan, somasi, hingga ajakan mediasi.
Baca Juga: Setelah Kisruh Akibat Polemik Royalti, Kini Menkum Berencana Revisi Aturannya
Namun, menurut mereka, tidak ada respons dari pihak PT MBS. Merasa niat baiknya tak bersambut, LMK Selmi akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polda Bali pada Agustus 2024.
2. Direktur Jadi Tersangka
Laporan LMK Selmi ditanggapi serius oleh pihak kepolisian. Setelah melalui proses penyelidikan, Polda Bali menetapkan Direktur PT Mitra Bali Sukses, I Gusti Ayu Sasih Ira, sebagai tersangka kasus pelanggaran hak cipta.
Ia dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas pemutaran musik ilegal di salah satu gerai Mie Gacoan di Teuku Umar, Denpasar.
Penetapan status tersangka ini meningkatkan tensi dan menunjukkan bahwa sengketa royalti bukanlah masalah sepele.
3. Mediasi Kemenkumham Bali Menjadi Titik Terang
Berita Terkait
-
Setelah Kisruh Akibat Polemik Royalti, Kini Menkum Berencana Revisi Aturannya
-
Kasus Royalti Musik, Once Mekel Usulkan Revisi Tarif dan Sistem Monitoring Digital yang Canggih
-
Anji Manji Soroti Kasus Royalti Mie Gacoan: Blunder LMK dan Beban UMKM yang Tak Masuk Akal
-
Buntut Kasus Mie Gacoan, Kafe Panik Ganti Musik Pakai Suara Kicau Burung, DPR Turun Tangan
-
LMKN Geram Mie Gacoan Tak Patuh soal Musik: Ngeyel dari 2022, Akhirnya Jadi Tersangka
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa