Bagi sebagian orang tua, ini terlihat sebagai tontonan yang aman untuk anak-anak tanpa tahu bahwa kualitas produksinya tengah jadi bulan-bulanan di internet.
3. Meme dan Lelucon Kolektif
Film jelek sering kali melahirkan bahan candaan tanpa habis. Dari dialog kaku, animasi kaku, hingga adegan yang tak masuk akal semuanya bisa jadi konten meme di media sosial.
Menonton film ini lalu menertawakannya bersama teman bisa menjadi ritual seru.
Justru di sinilah daya tariknya, pengalaman menonton yang buruk berubah jadi hiburan sosial. Tontonan gagal berubah menjadi bahan tertawaan kolektif.
4. Efek Viral
Di era media sosial, tidak ikut membicarakan sesuatu terasa seperti ketinggalan kereta.
Film Merah Putih: One For All jadi trending bukan karena prestasi, melainkan kontroversi.
Bagi sebagian orang, membeli tiket lalu menonton film ini adalah cara untuk bisa ikut nimbrung di percakapan online.
Baca Juga: Putra Hanung Bramantyo Bikin Film Kemerdekaan Pakai AI, Dibandingkan dengan Merah Putih: One for All
Mereka ingin punya bukti autentik ketika berkomentar, bukan sekadar ikut-ikutan.
5. Nasionalisme yang Menjebak
Meski dihujat, film ini tetap membawa embel-embel Merah Putih. Ada penonton yang menaruh harapan bahwa film ini bisa menanamkan semangat patriotisme untuk anak-anak.
Sayangnya, niat baik itu justru berbalik jadi kekecewaan setelah melihat kualitas animasi yang jauh dari ekspektasi.
Jumlah penonton Merah Putih: One For All sama sekali bukan bukti apresiasi.
Sebaliknya, itu cerminan rasa penasaran, ketidaktahuan, hingga hasrat untuk menjadi bagian dari lelucon komunal.
Berita Terkait
-
Putra Hanung Bramantyo Bikin Film Kemerdekaan Pakai AI, Dibandingkan dengan Merah Putih: One for All
-
Berapa Rating Merah Putih One For All di IMDb? Disebut Jadi Film Terburuk Sepanjang Masa
-
Alasan Raffi Ahmad Tetap Dukung Film Kartun Merah Putih One For All: Saya Belum Nonton!
-
Cuma Dapat 1500 Penonton, Film Merah Putih One for All Siap Rilis Sekuel Tiap Tahun
-
Film yang Katanya 'Nasionalis' Seharusnya Memuliakan Bahasa
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kilas Balik 10 Karya Ikonik Wim Wenders, Sang Presiden Juri Berlinale 2026
-
Kisah Kelam Aurelie Moeremans Diminta Mantan Bertato Agar Gagal Ikut Kontes Kecantikan
-
Segera Tayang di Indonesia, Papa Zola The Movie Angkat Peran Ayah dalam Film Animasi Keluarga
-
7 Fakta Perceraian Kristy dan Desmond Scott yang Bikin Geger, Ada Perselingkuhan?
-
Fakta Film Bidadari Surga: File Sempat Hilang hingga Dinda Hauw Syuting dalam Kondisi Baby Blues
-
Sintya Marisca Pamer Foto Cincin di Jari Manis, Resmi Tunangan?
-
Sinopsis Crime 101, Chris Hemsworth Jadi Pencuri Ulung Paling Diburu Polisi
-
5 Aktris yang Paling Diunggulkan untuk Peran Mother Gothel di Live-Action Tangled
-
5 Momen Ikonik GDA 2026: Daesang Jennie hingga Aksi 'Loading' CORTIS!
-
Apa Itu Child Grooming? Pengalaman Traumatis Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings