Penilaian berfokus pada orisinalitas, karakter musik, dan keberanian dalam mengeksplorasi sound baru.
SIHK, selaku mentor dan juri, memberikan pandangannya mengenai proses tersebut.
"Lebih dari membuat track lagu, writing camp ini merupakan proses pendewasaan sebagai produser musik. Lalu bagaimana mereka menemukan suara mereka sendiri dan bersiap untuk masuk ke skena musik yang lebih besar, baik di Indonesia maupun internasional," ujar SIHK.
"Kami ingin para produser ini tidak hanya siap dari sisi teknis, tetapi juga mental dan karakter sebagai musisi global," katanya menambahkan.
Ia juga secara khusus memuji kualitas sang pemenang. "Ketiga finalis menunjukkan kematangan artistik yang luar biasa. Tapi TAF punya keunggulan dari sisi visi musikalitas yang paling matang," ucapnya.
Komitmen ICEPERIENCE.ID untuk Ekosistem Musik Elektronik Lokal
Fabianus Arry Kurniawan, perwakilan ICEPERIENCE.ID, menyatakan apresiasinya terhadap seluruh peserta dan menegaskan kembali komitmen platform tersebut untuk memajukan musik elektronik Tanah Air.
Menurutnya, EMPC bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah ruang untuk mendorong lahirnya karya-karya otentik yang mampu bersaing di level internasional.
"Kami melihat besarnya antusiasme dan potensi luar biasa dari para produser musik elektronik di Indonesia. Itulah sebabnya kami terus percaya bahwa skena musik elektronik Tanah Air masih sangat layak untuk dikembangkan dan mendapatkan apresiasi yang lebih luas," ucap Arry.
Baca Juga: Resmi Hengkang dari WAMI, Tompi Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Royalti Lagunya Masih Ditagih
Ia menambahkan bahwa kualitas karya yang masuk setiap tahunnya terus meningkat secara signifikan, baik dari segi teknis, musikalitas, maupun ide kreatif.
"Di EMPC kali ini kami kembali melihat peningkatan signifikan dari segi skill produksi para peserta. Setiap tahunnya, kualitas karya yang masuk ke EMPC terus naik, baik secara teknis, musikalitas, maupun ide kreatif," tuturnya.
"Kali ini ada TAF yang berhasil menjadi juara EMPC 2024, semoga keberhasilannya ini juga memotivasi para music producer di Indonesia untuk terus berkarya."
Dengan semangat #localICEMovement yang konsisten diusung, ICEPERIENCE.ID berharap kemenangan TAF di EMPC 2024 dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak produser muda untuk berani unjuk gigi dan membawa identitas musik elektronik Indonesia ke panggung dunia.
Berita Terkait
-
Resmi Hengkang dari WAMI, Tompi Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Royalti Lagunya Masih Ditagih
-
Anji Sebut Sistem Royalti 'Maling Terkonsep': Uang Pencipta Lagu Diambil Jadi Dana Cadangan
-
"Rahasia Perempuan" Jadi Penanda Sejarah, Ari Lasso Tegaskan WAMI Tak Bisa Seenaknya Tagih Royalti
-
Dasco Usul Aplikasi 'Satu Pintu' untuk Royalti Musik, Akhiri Polemik dan Kebocoran
-
Ahmad Dhani Sentil Ariel NOAH soal Royalti Konser: Cuek Aja 10 Tahun Komposer Gak Dapat Apa-Apa
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Konser di Jakarta, NCT Wish Ungkap Keseruan Jalan-Jalan ke Moja Museum hingga Syuting Lapor Pak!
-
Manggung di Coachella 2026 Tanpa Ribet, Justin Bieber Cuma Andalkan Laptop dan YouTube
-
Reza Rahadian Dikabarkan Mainkan Karakter Kapten Yoo Shi Jin, Banyak yang Protes
-
Denise Chariesta Ngamuk! Ogah Putranya Dibandingkan dengan Anak Raffi Ahmad
-
Thomas Ramdhan Posting Hengkang dari GIGI, Armand Maulana Bereaksi Begini
-
Comeback yang Mengecewakan? 3 Alasan Mengapa Aksi Justin Bieber di Coachella 2026 Tuai Kritik Tajam
-
Dikritik Undang Anak Korban Pelecehan, Denny Sumargo Klarifikasi: Demi Atensi Hukum
-
Bikin Bangga, 6 Remaja Indonesia Tampil Menembus Panggung Megah Carnegie Hall di New York
-
Bertabur Bintang, Ini Deretan Artis yang Didapuk Jadi Bridesmaid Syifa Hadju
-
Irit Bicara di Hari Pernikahan Teuku Rassya, Tamara Bleszynski: Semoga Bahagia, Bye Bye