- Tretan Muslim usul anggota DPR tidak digaji
- Tretan Muslim yakin artis yang mundur pertama jika DPR tidak digaji
- Tretan Muslim sebut anggota DPR harusnya bertujuan untuk mengabdi pada rakyat
Suara.com - Komika Tretan Muslim melontarkan sebuah usulan radikal yang menyasar sistem insentif bagi para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Ia menyarankan agar para wakil rakyat bekerja tanpa digaji, sebuah gagasan yang ia yakini akan menyaring calon legislator yang benar-benar tulus ingin mengabdi pada negara.
"Saya tidak setuju tapi, kalau DPR itu dibubarin tidak setuju. Saya setuju yang mau kerja di DPR enggak usah digaji," ujar Muslim.
Melalui konten di kanal YouTube Tretan Universe baru-baru ini, pria bernama asli Aditya Muslim ini mengungkapkan kegeramannya terhadap kinerja anggota dewan yang dinilai tidak sepadan dengan fasilitas dan tunjangan yang mereka terima.
Menurutnya, jika niat tulus menjadi landasan, imbalan materi seharusnya tidak lagi menjadi motivasi utama.
"Kalau memang beneran mengabdi pada rakyat, ini enggak usah digaji," tegasnya.
Lebih lanjut, dalam kritik tajamnya, Muslim secara spesifik menyoroti keberadaan para selebritas di kursi parlemen.
Ia skeptis terhadap motivasi para artis yang terjun ke dunia politik, dan memiliki prediksi kuat mengenai siapa yang akan pertama kali mundur jika usulannya diterapkan.
Komika asal Madura ini yakin bahwa kalangan artis akan menjadi kelompok pertama yang mengundurkan diri dari jabatannya di Senayan jika tidak ada lagi gaji.
Baca Juga: Hanung Bramantyo Beberkan Skema Kerusuhan 98, Minta Mahasiswa dan Ojol Pulang
Menurutnya, hal ini akan membuktikan bahwa motivasi mereka bukanlah pengabdian, melainkan keuntungan finansial semata.
"Saya yakin kalau syarat anggota DPR itu adalah pinter dan tidak bergaji, pasti yang mundur pertama adalah artis-artis," ungkapnya.
Dengan nada menyindir, Muslim bahkan menirukan keluhan yang mungkin akan dilontarkan para artis jika skenario tersebut terjadi.
"Pasti mereka, 'Wah, tidak digaji'. 'Job-ku sepi, untuk apa aku masuk ini'," cibirnya.
Berita Terkait
-
Wakil Ketua DPR Apresiasi Groundbreaking Proyek Masela Rp355 Triliun
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Kasus Suap Ubah Opini WDP ke WTP, Anggota BPK Bobby Tak Banyak Bicara usai Diperiksa KPK
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
-
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris
-
Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait
-
Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga