-
Garda Revolusi Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dengan rudal.
-
Serangan balasan dipicu oleh hancurnya infrastruktur sipil dan lumpuhnya ekspor minyak Iran.
-
Yordania berhasil menembak jatuh tiga rudal Iran yang melintasi wilayah udara mereka.
Suara.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal mematikan ke markas militer Amerika Serikat di Kuwait. Operasi ofensif ini berhasil menghancurkan radar pertahanan, gudang senjata utama, serta dua sistem peluncur rudal permukaan ke permukaan HIMARS.
Pihak Teheran menegaskan aksi agresif ini merupakan respons langsung terhadap gempuran bertubi-tubi AS sebelumnya. Washington dituding telah merusak infrastruktur sipil vital milik Iran, termasuk jaringan kereta api dan telekomunikasi.
Agresi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan memicu krisis ekonomi yang sangat serius bagi Iran. Dikutip dari Tasnimnews, dampak fatalnya langsung memukul sektor energi utama yang menjadi urat nadi perekonomian negara tersebut.
Tindakan AS di kawasan tersebut telah menyebabkan penurunan tajam dalam produksi dan penghentian total ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
IRGC juga memberikan peringatan keras bahwa operasi pembalasan mereka akan terus berlanjut.
Eskalasi pertempuran ini memicu kepanikan massal di negara-negara tetangga yang berada di jalur lintasan rudal. Upaya pencegahan langsung dilakukan secara darurat oleh kekuatan militer di kawasan sekitar untuk mengamankan wilayahnya.
Respons Militer Yordania
Tentara Yordania bergerak cepat menginterseptor proyektil berbahaya yang melintasi ruang udara kedaulatan mereka. Sistem pertahanan udara mereka berhasil merontokkan tiga rudal milik Iran yang tengah melesat menuju target.
Pemerintah Amman memastikan pecahan rudal yang jatuh berhasil diamankan sebelum menimbulkan korban jiwa di masyarakat. Tim Korps Teknik Kerajaan Yordania langsung dikerahkan ke lokasi jatuhnya serpihan bom untuk melakukan sterilisasi.
Baca Juga: Prediksi Buruk Minyak Dunia Beberapa Minggu ke Depan, Menurut IEA
Di sisi lain, kantor berita resmi Iran melaporkan situasi mencekam akibat serangan udara bertubi-tubi dari militer Amerika Serikat. Gempuran udara jet tempur Washington pada malam hari tersebut telah memakan korban jiwa dari masyarakat sipil.
Berdasarkan laporan media lokal Iran, serangan rudal Amerika Serikat menyasar sejumlah fasilitas publik yang krusial. Bandara komersial dan jembatan penghubung utama hancur lebur akibat hantaman bom udara tersebut.
Konflik bersenjata antara Washington dan Teheran terus membara seiring perebutan pengaruh geopolitik di Timur Tengah. Pemblokiran Selat Hormuz kini menjadi ancaman nyata yang bisa melumpuhkan pasokan energi global dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Ingat Yamaha Crypton? Begini Tampang Penerusnya, Harga Papan Atas
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris
-
Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait
-
Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga