- Eko Patrio untuk pertama kali muncul di publik usai peristiwa penjarahan rumahnya
- Eko anggap pengambil kucingnya justru sebagai penyelamat
- Eko minta pengambil kucingnya dibebaskan polisi
Suara.com - Eko Patrio akhirnya muncul ke publik setelah insiden penjarahan di rumahnya pada 30 Agustus 2025.
Jumat malam, 13 September 2025, komedian sekaligus politisi ini datang ke Polda Metro Jaya.
Kehadiran Eko Patrio ke Polda Metro Jaya bertujuan meminta pihak kepolisian agar salah satu pelaku penjarahan dibebaskan. Pelaku tersebut diketahui bernama Rian.
"Memohon kepada kepolisian tadi di Polda pertama memohon dibebaskan Rian, ditangguhkan penahanannya," kata Eko Patrio saat hendak meninggalkan Polda Metro Jaya.
Eko Patrio menilai Rian justru orang baik. Rian memang sempat mengambil kucing Eko saat peristiwa penjarahan terjadi.
Tapi Eko memaknainya Rian telah menyelamatkan kucing miliknya. Apalagi, ia tahu Rian merawat dan sempat ingin mengembalikan kucing tersebut kepada Eko.
Karena itu, Eko merasa punya utang budi pada Rian.
"Ada orang yang sudah baik, tiba-tiba saya kok melepas gitu aja," ujarnya.
"Karena saya liat Rian ada niat baik ngurusin kucing saya," kata dia lagi.
Baca Juga: Beda Kelas! Intip Koleksi Kendaraan Rahayu Saraswati, Dibandingkan dengan Eko Patrio
Sementara itu untuk enam orang lain yang juga ditahan, Eko Patrio sudah memberikan maaf. Namun selebihnya ia menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.
"Kalau yang lain sih saya sebenarnya ya sudah lah memaafkan. Tetapi kan semua tergantung bapak kepolisian karena polisi punya hak untuk proses hukum ini," ucap Eko Patrio.
Berita Terkait
-
Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu
-
Nonaktif dari Anggota DPR, Eko Patrio Kini Punya Tugas Baru
-
6 Bulan setelah Penjarahan, Eko Patrio Siap Boyong Keluarga Balik ke Rumah Lama
-
Enam Bulan Pasca Penjarahan, Eko Patrio Siap Boyong Keluarga Balik ke Rumah Lama
-
Dinonaktifkan dari Jabatan Anggota DPR, Eko Patrio Kini Punya Julukan Baru 'PBSI'
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987