Suara.com - Perjalanan Narji sebagai petani tidak selamanya mulus. Ia mengaku pernah merasakan pahitnya kerugian saat harga komoditas yang dia tanam jatuh di pasaran.
Pengalaman ini membuatnya paham betul tantangan terbesar yang dihadapi para petani di Indonesia.
"Ya pernah lah (rugi). Namanya hidup," ujar Narji saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan pada Senin, 15 September 2025.
"Pernah juga nanem jahe merah, uh gitu panen harganya jatuh," ucapnya menyambung.
Berkaca dari pengalamannya dan obrolannya dengan petani lain, Narji menyoroti masalah utama yang kerap membuat petani merugi, yaitu ketidakpastian harga jual hasil panen.
Menurutnya, petani sering kali berada dalam posisi yang tidak menguntungkan karena harga yang fluktuatif.
"Akhirnya petani kadang-kadang kalau lagi untung besar, untung besar. Tapi kalau benar-benar lagi zonk, zonk," tegasnya.
Menggunakan statusnya sebagai figur publik, Narji menitipkan pesan menohok untuk pemerintah.
Mantan anggota DPR ini meminta agar pemerintah tidak hanya fokus memberikan penyuluhan soal cara produksi, tetapi juga turun tangan dalam hal yang paling krusial, yakni pemasaran dan stabilitas harga.
Baca Juga: Bukan Petani Kaleng-kaleng, Narji Kini Jadi Brand Ambassador Pestisida
"Ingat pemerintah, tolong perhatikan nasib petani. Mereka jangan diajarkan lagi secara produksi, jangan diajarkan teoretis. Tolong pemasarannya. Tetapkan harga," seru Narji.
Dia berharap pemerintah bisa menetapkan standar harga untuk berbagai komoditas, tidak hanya gabah. Dengan begitu, petani bisa memiliki kepastian keuntungan dan lebih sejahtera.
"Jadi petani itu sudah tahu, gue nanam modal segini bakal dapat untung segini," imbuhnya.
Sebagai informasi, keseriusan Narji untuk bertani dalam skala lebih besar dimulai secara tidak sengaja saat dirinya dan keluarga berada di Pekalongan, kampung halaman istrinya.
Istrinya, Widiyanti, ternyata diam-diam menggunakan uang tabungannya untuk membeli sawah di sana sebagai bentuk investasi.
Pembelian sawah oleh sang istri menjadi pemicu bagi Narji untuk belajar menggarap lahan secara lebih profesional, dibantu oleh mertuanya.
Berita Terkait
-
Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029
-
Bukan Pensiun, Narji Ungkap Alasan Sebenarnya di Balik Hobi Bertani
-
Bukan Pensiun dari Dunia Hiburan, Narji Ungkap Alasan Terjun ke Sawah
-
Tak Lagi Sekedar Pelawak, Ini Rekam Jejak Narji yang Tekuni Bidang Pertanian
-
Siapa istri Narji? Sukses Kelola Uang Bulanan dari Suami Jadi Tanah 1000 Hektare
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan