Entertainment / Gosip
Senin, 02 Februari 2026 | 20:15 WIB
Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, Senin (2/2/2026) terkait kasus materi stand up comedy-nya yang dianggap menghina suku Toraja. [Tiara Rosana/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pandji Pragiwaksono menayangkan spesial show Mens Rea di Netflix sejak 27 Desember 2025 untuk jangkauan audiens lebih luas.
  • Tayangnya Mens Rea memicu pro dan kontra publik serta laporan hukum atas dugaan pencemaran nama baik pada Januari 2026.
  • Pandji menyatakan menerima beragam respons publik, meskipun awalnya ia berharap penayangan tersebut hanya memberikan hiburan.

Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono angkat bicara soal keputusannya menayangkan spesial show bertajuk Mens Rea di platform streaming Netflix.

Penayangan tersebut belakangan menuai pro dan kontra dari publik.

Pandji menegaskan, alasan utama dirinya membawa Mens Rea ke Netflix adalah demi menjangkau penonton yang lebih luas dan memberikan hiburan kepada masyarakat.

"Ya karena sebagai seorang komika, saya inginnya tentu bisa menghibur seluas-luasnya orang," kata Pandji usai menlanaji pemeriksan kasus materi stand up yang dianggap menghina suku Toraja, di Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 2 Februari 2026.

Menurut Pandji, kehadiran Netflix sebagai platform global membuka peluang besar bagi karya komedi untuk dinikmati oleh audiens yang lebih beragam.

"Jadi ketika ada kesempatan untuk menghibur masyarakat luas lewat apa pun itu, termasuk dalam hal ini Netflix, ya tentu saya akan ambil opsinya. Biar yang lain terhibur. Masyarakat butuh dihibur," tutur Pandji.

Terkait polemik yang muncul setelah Mens Rea tayang, Pandji mengaku sejak awal sudah memprediksi bakal ada respons dari publik.

Namun, dia mengira respons tersebut lebih mengarah pada apresiasi dan hiburan.

"Kalau akan menimbulkan respons sih tentu sudah diperkirakan. Tapi saya memperkirakannya responsnya adalah respons terhibur," ujar Pandji.

Baca Juga: Habib Bahar Bin Smith Respons Keras Pandji Pragiwaksono yang Jadikan Salat Bahan Lelucon

Meski realitasnya memunculkan perdebatan, Pandji memilih bersikap terbuka dan menerima berbagai pandangan yang datang.

"Bahwa pada akhirnya seperti ini, ya saya terima saja dan memang mungkin itu wajar. Siapa pun boleh punya pendapat terhadap karya saya," imbuhnya.

Di tengah polemik tersebut, Mens Rea juga membawa Pandji ke ranah hukum.

Dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

Laporan tersebut dilayangkan pada Rabu, 7 Januari 2026 dengan dugaan pencemaran nama baik. 

Pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman serta materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform digital saat pertunjukan berlangsung.

Load More