- Tanah ribuan meter warisan ayah Ashanty jadi sengketa
- Ada dua sertifikat kepemilikan ribuan tanah tersebut
- Ashanty mati-matian pertahankan properti yang diyakini miliknya
Suara.com - Ashanty tengah berjuang mati-matian mempertahankan hak atas tanah warisan mendiang ayahnya yang berlokasi di Cinangka, Depok.
Tanah seluas ribuan meter persegi itu kini menjadi objek sengketa setelah munculnya dua sertifikat kepemilikan yang berbeda.
Situasi menjadi kian pelik, lantaran pihak yang mengklaim tanah tersebut telah menjualnya kepada seorang pengembang atau developer perumahan.
Ashanty pun tak tinggal diam. Istri Anang Hermansyah ini menegaskan tidak akan menyerah sedikit pun.
"Aku akan berjuang terus karena mau bangun perumahan kayak apa juga akan aku kejar terus," ujar Ashanty saat ditemui di Cinangka, Depok pada Kamis, 18 September 2025.
Bagi Ashanty, perjuangannya ini bukan semata-mata soal nilai aset, melainkan sebuah prinsip mengenai hak yang harus diperjuangkan.
"Mau berapa ribu meter atau ratus meter pun, kalau namanya hak ya udah hak ya," tegasnya.
Ibu sambung Aurel Hermansyah ini mengaku sudah mengambil langkah konkret. Ia tidak akan pernah mundur untuk mendapatkan kembali apa yang menjadi milik keluarganya.
"Aku nggak akan diem karena itu hak kita juga," sambung penyanyi 40 tahun ini.
Baca Juga: 5 Artis Berobat di Mount Elizabeth Singapura, Ada yang Bayar Rp195 Juta per Malam!
Meski begitu, Ashanty menunjukkan itikad baik. Ia mengaku tetap membuka pintu diskusi dan mediasi jika pihak lawan mau mencari solusi bersama.
"Oke kalau kita sama-sama punya surat yang sama ya ayo kita cari solusi, kita apa nih kalau memang lalu kita bagi dua atau memang kita gimana kan enak ya," tuturnya.
Namun, ia memberi peringatan keras kepada pihak developer dan calon pembeli properti di atas tanah sengketa tersebut. Ia memastikan akan terus mengejar kasus ini hingga tuntas.
"Aku akan berjuang terus karena mau bangun perumahan kayak apa juga akan aku kejar terus," pungkas Ashanty.
Berita Terkait
-
Kepala BPN Banjarbaru Berganti, Ombudsman Diminta Tetap Kawal Sengketa Tanah yang Viral
-
Dear Anang Hermansyah, Ada Orang Ngaku Salah Transfer Rp46 Juta dan Minta Dibalikin
-
Drama Lahan Roa Malaka: Pihak S Bantah Tudingan Mafia, Singgung Status Tersangka Lawan
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Anang Hermansyah dan Ashanty Jalani Ibadah Haji, Intip Biaya Paket Travel Mewahnya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap