- Bintang Emon mengkritik kelangkaan BBM di SPBU swasta.
- Ia menyindir dominasi BUMN yang sulit disaingi oleh kompetitor.
- Kritiknya mewakili keresahan publik dan menjadi viral di media sosial.
Suara.com - Komika Bintang Emon kembali melontarkan kritik tajam berbalut komedi yang khas.
Kali ini, sasarannya adalah fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
Melalui akun Instagram pribadinya yang terverifikasi, lelaki bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra itu mengunggah sebuah tulisan bernada satir.
Lelucon tersebut diduga kuat ditujukan untuk menyindir posisi dominan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) di sektor energi.
Dalam unggahannya, Bintang Emon memberikan sebuah saran bisnis yang menggelitik untuk para perusahaan SPBU asing.
"Menurut gue, Shell, BP, Vivo dan lain-lain buka bisnis di cireng isi aja. Mumpung belum ada saingan BUMN-nya," tulisnya, Kamis, 18 September 2025.
Lelaki 29 tahun melanjutkan bahwa keunggulan produk maupun pelayanan prima sekalipun tidak akan cukup untuk bersaing.
Menurutnya, semua kelebihan itu pada akhirnya akan takluk pada sebuah kekuatan dominan yang sulit dilawan.
"Mau produkmu bagus atau pelayanan oke mah tetep aja kalah sama, 'Gue orang sini, lo mau apa?'" sambung Bintang Emon, diakhiri dengan emoji kedua telapak tangan yang menyatu.
Baca Juga: Viral Petugas SPBU Shell Jajakan Kopi Literan di Pinggir Jalan Imbas Stok BBM Kurang
Frasa 'Gue orang sini, lo mau apa?' menjadi puncak sindiran yang seolah menggambarkan adanya kekuatan besar tak tersaingi di pasar domestik.
Sentilan Bintang Emon ini muncul di tengah maraknya keluhan publik mengenai sulitnya mendapatkan BBM di SPBU swasta seperti Shell dan BP.
Fenomena kelangkaan ini bahkan membuat banyak pengendara beralih dan mengantre di SPBU milik Pertamina untuk mengisi bahan bakar kendaraannya.
Unggahan yang telah disukai oleh puluhan ribu pengguna Instagram itu pun langsung dibanjiri komentar dari warganet yang merasakan keresahan serupa.
Bintang Emon sekali lagi berhasil menggunakan pengaruhnya di media sosial untuk mengangkat isu publik yang relevan dengan gaya komedinya yang cerdas dan mengena.
Berita Terkait
-
Stok BBM di SPBU Swasta Langka, Pakar: Jangan Tambah Kuota Impor, Rupiah Bisa Tertekan
-
Stok BBM Langka, SPBU Swasta di Tebet Banting Stir Jual Beras Porang hingga Paket Makanan Ringan
-
Di Balik Papan 'Bensin Habis' Ada Kabar Getir Pegawai SPBU Swasta yang Takut Dirumahkan
-
Kuota Impor, SPBU Swasta, dan Konsistensi Kebijakan
-
SPBU Swasta Kekurangan Stok BBM: Impor dari AS Jadi Solusi?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya