- Konser Muse berlangsung di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara pada Jumat (19/9/2025) malam.
- Konser dimulai pukul 19.30 dan dibuka dengan lagu "Unravelling"
- Ada 21 lagu yang disuguhkan dalam tempo 1,5 jam.
Suara.com - Pantai Karnaval Ancol Jumat (20/9/2025) malam berubah menjadi medan magnet energi rock yang tak tertandingi saat band legendaris asal Inggris, Muse, menggelar konser bertajuk "Muse Live in Jakarta".
Di hadapan ribuan penggemar yang memadati venue, Matt Bellamy (vokal), Christopher Wolstenholme (bass), dan Dominic Howard (drum) sukses menyajikan sebuah tontonan musik yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memukau dengan kualitas produksi suara yang berkelas dunia.
Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah pengalaman multisensori yang akan terus terngiang di benak para penonton.
Tepat pukul 19.30 WIB, tirai panggung terbuka dan sorotan lampu menembus kegelapan, mengiringi kemunculan trio yang telah lama dinanti.
Tanpa basa-basi, Muse langsung menggebrak dengan "Unravelling".
Pilihan yang cerdas, lagu ini memulai dengan melodi yang relatif tenang, membangun antisipasi sebelum meledak menjadi hentakan rock dahsyat yang seketika memancing adrenalin penonton untuk melompat dan berjingkrak mengikuti setiap irama.
Suasana kian memanas saat "Unravelling" berakhir, disambung dengan salah satu anthem mereka, "Hysteria". Seluruh isi venue pun serentak bernyanyi bersama, menciptakan paduan suara masif yang menggema di seluruh area Pantai Karnaval.
Matt Bellamy, sang vokalis dan gitaris karismatik, menyapa penggemar di Indonesia dengan sapaan hangat, "Selamat malam!" sebelum kembali memacu semangat dengan rentetan hits seperti "Stockholm Syndrome", "Won't Stand Down", dan "Resistance".
Jika dua lagu awal sempat memberikan sedikit jeda, "Resistance" benar-benar kembali memicu penonton untuk bernyanyi dan bergoyang, membuat goncangan terasa hingga ke sudut-sudut venue.
Baca Juga: Yovie Widianto dan Andi Rianto Gelar Konser 'Miliaran Cinta', Lagu-Lagu Hitsnya Bakal Dirombak Total
Ini adalah bukti nyata mengapa Muse begitu istimewa: kemampuan mereka menyuguhkan lagu-lagu rock yang powerful namun tetap easy listening, merangkul audiens dari berbagai latar belakang.
Muse memang dikenal sebagai pionir dalam memadukan elemen rock klasik dengan sentuhan teknologi modern, menghasilkan lanskap suara yang melodius, keras, namun tidak bising di telinga.
Keahlian ini membuat mereka memiliki basis penggemar yang sangat luas, tidak hanya dari kalangan laki-laki, tetapi juga kaum Hawa yang terpikat oleh kompleksitas musik dan lirik mereka.
Meskipun memanfaatkan teknologi canggih untuk memperkaya instrumen musiknya, skill individu yang ditampilkan Matt Bellamy, Chris Wolstenholme, dan Dominic Howard jauh dari kata main-main.
Matt Bellamy, khususnya, menjadi sorotan utama. Di usianya yang ke-47, vokalnya masih prima, sementara permainan gitar dan pianonya yang memukau menunjukkan kelas dan inovasi yang tak lekang oleh waktu.
Setlist yang disuguhkan Muse semalam adalah sebuah perjalanan emosional yang sukses membuat adrenalin penonton naik turun.
Berita Terkait
-
Ini Harga Tiket Konser aespa 'Synk: aexis Line' di Jakarta, Mulai Rp 1,5 Juta
-
Yovie Widianto dan Andi Rianto Gelar Konser 'Miliaran Cinta', Lagu-Lagu Hitsnya Bakal Dirombak Total
-
Deretan Konser Oktober 2025 di Jakarta: Dari Foo Fighters hingga Mariah Carey
-
Inul Daratista Siap Goncang Malaysia, Comeback setelah 2 Dekade
-
Joyland Sessions 2025 Siap Hadirkan TV Girl hingga LImpratrice di Senayan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik