-
- Soimah menyebut persaingan di dunia hiburan sebagai “penyakit” yang merusak ketenangan hidup.
- Tekanan dari media sosial membuat banyak artis merasa harus terus bersaing dan membandingkan diri.
- Andhika dan Soimah sepakat bahwa lingkungan hiburan, khususnya di Jakarta, mendorong rasa cemas jika tidak terus tampil atau mengejar pencapaian.
Suara.com - Kehidupan di dunia hiburan yang penuh gemerlap ternyata menyimpan sisi gelap yang diungkap oleh Soimah Pancawati.
Dalam perbincangannya dengan Wendi Cagur dan Andhika Pratama, ia menyebut persaingan sebagai 'penyakit' yang membuat hidup tidak tenang.
Cerita bermula saat Andhika Pratama menyinggung soal tekanan untuk terus tampil dan tidak tertinggal dari yang lain, terutama di Jakarta.
Menurut suami Ussy Sulistiawaty itu, kehadiran media sosial menjadi salah satu pemicu utama.
Media sosial membuat kehidupan orang lain sangat mudah terlihat, sehingga memicu keinginan untuk terus menerus membandingkan diri dan merasa harus bersaing.
"Apakah itu sebenarnya dipengaruhi sama, ya, sosial media? Kita jadi terlalu gampang lihat hidup orang, jadi rasanya kayak gampang pengin," tutur Andhika, dalam video yang tayang di kanal YouTube Wendi Cagur pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Andhika kemudian memberikan gambaran konkret mengenai tekanan tersebut di lingkungan para artis di Jakarta.
Menurutnya, ada perasaan seolah-olah tertinggal atau 'kalah' jika tidak aktif atau tidak menunjukkan pencapaian seperti rekan-rekan seprofesinya.
"Rasanya kalau kita di Jakarta nih ya, kita diem aja, rasanya kayak kalah sama orang lain. Yang lain lari loh, kok lo diem sih?" ungkap Andhika, menggambarkan kegelisahan yang sering muncul.
Baca Juga: Lita Gading Bela Soimah soal Ospek Calon Menantu: Ortu Punya Feeling Kuat
Soimah pun setuju dengan pandangan tersebut, dan menganggap persaingan yang tidak sehat sebagai sumber utama ketidaknyamanan dalam hidupnya.
"Penyakit yang sangat-sangat membuat hidup kita nggak tenang, itu ya persaingan," kata sang pesinden dengan tegas.
Berita Terkait
-
Soimah Ungkap Pernah Tinggal di Garasi Bengkel Saat Merintis Karier di Jakarta
-
Disebut 'Wong Sugih', Soimah Beri Respons Tak Terduga: Biasanya Habis Itu Orang Pajak Nelpon
-
Soimah Dihujat Gara-Gara Ospek Pacar Anak, Tapi Justru Dibela: Ibu Gak Pernah Maki-Maki Saya
-
Andhika Pratama Sentil Ayu Ting Ting di Depan Billy Syahputra: Lebih Cantik Istri Lu!
-
Andhika Pratama: Banyak Bintang Tamu Takut Diundang di Acara Lapor Pak!
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Denise Chariesta Stres Berat, Bayi Tabung Rp1 Miliar yang Dijalaninya Gagal
-
Chef Arnold Keluhkan Harga Daging Impor Naik Imbas Dollar, Disindir Buat Protes ke Gibran
-
Bahagia Jadi Oma, Maia Estianty Minta Maaf ke Anak dan Menantu Gara-Gara Sering Mengganggu
-
Zoe Kravitz Dampingi Harry Styles di Pembukaan Tur Dunia, Rumor Tunangan Makin Kuat
-
Sammy Simorangkir Hipnotis Senayan dalam Konser '20SSS' yang Penuh Haru
-
Demi Children of Heaven, Hanung Bramantyo Minta Manoj Punjabi Keluar dari Zona Nyaman
-
Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Benteng Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget
-
Bikin Taka Melongo, Lautan Flashlight Cantik Warnai Konser One Ok Rock di Jakarta
-
Singgung Kisah Hijrah Uje, Abidzar Al Ghifari Bela Jefri Nichol yang Dicibir Tak Layak Umrah
-
Dedi Mulyadi Panen Kritik, Gelar Kirab Bak Raja di Tengah Ekonomi Tercekik